Ulama Dorong Umat Rahasiakan Amal untuk Jaga Keikhlasan
- 10 Agt 2026 12:48 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Menjaga keikhlasan dalam beramal menjadi tantangan tersendiri di tengah perkembangan media sosial. Kebiasaan membagikan berbagai aktivitas, termasuk ibadah dan kebaikan, perlu disikapi secara bijak agar niat beramal tidak bergeser dari mencari rida Allah SWT menjadi mencari pengakuan manusia.
Anggota Komisi Fatwa MUI Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Yusri Muhammad Arsyad, Lc., M.A., mengatakan salah satu cara menjaga keikhlasan adalah dengan membiasakan diri merahasiakan sebagian amal saleh.
Hal tersebut disampaikannya dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Makassar, Minggu (9/8/2026). Menurutnya, amal yang hanya diketahui oleh diri sendiri dan Allah SWT dapat menjadi latihan untuk membangun serta menjaga ketulusan dalam beribadah.
Ia mencontohkan salat malam, sedekah, zikir, dan doa sebagai bentuk amal yang dapat dilakukan secara tersembunyi. Menurutnya, tidak semua kebaikan harus diketahui orang lain, terutama apabila tidak berkaitan dengan kepentingan dakwah maupun memberikan teladan.
“Berjuanglah sekuat tenaga kalian dalam berbuat amal saleh sehingga orang tidak ada yang tahu,” ujarnya, mengutip nasihat ulama tentang pentingnya menyembunyikan sebagian amal.

Yusri menilai perkembangan media sosial membuat setiap orang semakin mudah memperlihatkan aktivitas pribadi kepada publik. Karena itu, umat perlu memiliki kemampuan mengendalikan diri agar publikasi kebaikan tidak berubah menjadi sarana untuk mencari pujian atau perhatian.
Ia mengingatkan bahwa membagikan aktivitas ibadah tidak serta-merta berarti ria. Namun, setiap orang perlu memeriksa kembali niatnya dan memastikan publikasi tersebut tidak mengubah orientasi amal. Menurutnya, kebaikan yang disampaikan kepada publik dapat menjadi bagian dari dakwah atau teladan selama dilakukan dengan niat yang benar.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan umat agar tidak mudah terpengaruh oleh penilaian orang lain ketika menjalankan kebaikan. Kritik, ejekan, maupun anggapan “sok alim” tidak seharusnya membuat seseorang meninggalkan ibadah selama yang dilakukan sesuai dengan tuntunan agama.
Menurutnya, yang terpenting adalah menjaga niat dan tidak menjadikan penilaian manusia sebagai tujuan utama dalam beramal. Dengan membangun keseimbangan antara amal yang diketahui publik dan amal yang hanya diketahui oleh Allah SWT, umat diharapkan semakin terlatih menjaga keikhlasan dalam setiap kebaikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....