Perhumas Makassar Perkuat Kolaborasi Hadapi Krisis Komunikasi

  • 09 Agt 2026 19:38 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Perhimpunan Hubungan Masyarakat atau Perhumas Makassar memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi dinamika komunikasi publik yang semakin kompleks. Hal tersebut mengemuka dalam Pelantikan Pengurus BPC Perhumas Makassar Periode 2026–2029 yang dirangkaikan dengan PR Talk bertema “Reinventing PR in The Face of Multidimensional Communication Crises” di Amphitheater Wisma Kalla Makassar, Sabtu 8 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri praktisi kehumasan, pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan komunitas, termasuk Kepala Humas dan Komunikasi Universitas Bosowa Fenica Salsabila Malsyasila. Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus memperkuat jejaring profesional menghadapi perubahan komunikasi publik, khususnya di ruang digital.

Devo Khaddafi dikukuhkan sebagai Ketua BPC Perhumas Makassar Periode 2026–2029. Memasuki periode kedua kepemimpinannya, Perhumas Makassar berkomitmen memperkuat kolaborasi melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan komunitas.

Devo menilai krisis komunikasi saat ini tidak hanya terjadi di ruang publik, tetapi juga berkembang cepat di dunia digital. Kondisi tersebut menuntut insan humas meningkatkan kompetensi, memperkuat jejaring, serta ikut mencegah penyebaran informasi keliru dan hoaks. “Kita menghadapi bukan hanya persoalan yang ada di dalam negeri, kita menghadapi persoalan yang ada di luar negeri. Kita menghadapi bukan hanya di dunia nyata, di dunia maya pun bermasalah,” ujar Devo.

Wakil Ketua Umum BPP Perhumas Indonesia Gloria Oyong mengapresiasi kepengurusan baru Perhumas Makassar dan berharap organisasi tersebut mampu menghadirkan gagasan serta praktik komunikasi terbaik. Ia juga mendorong Perhumas Makassar menjadi salah satu rujukan pengembangan Public Relations di kawasan Indonesia Timur.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkot Makassar Andi Irwan Bangsawan yang hadir mewakili Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menilai perubahan zaman telah memperluas peran strategis humas. "Praktisi kehumasan kini dituntut memahami dinamika masyarakat, teknologi, media, dan ruang digital dalam membangun komunikasi publik, "ujar Irwan Bangsawan.

PR Talk tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor, di antaranya Sekretaris BPP Perhumas Indonesia Benny Butarbutar, Head of External Relations Sorowako and Sorowako Outer Area PT Vale Yusri Yunus, serta Anggota DPR RI Syamsu Rizal. Diskusi membahas strategi komunikasi dalam menghadapi krisis yang berkaitan dengan aspek sosial, teknologi, media, dan digital.

Kehadiran Kepala Humas dan Komunikasi Universitas Bosowa dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan dan jejaring komunikasi strategis. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memperkuat kapasitas praktisi humas dalam membangun reputasi, menjaga kepercayaan publik, dan menghadirkan komunikasi yang adaptif.

Melalui kepengurusan baru Periode 2026–2029, Perhumas Makassar diharapkan mampu membangun ekosistem komunikasi yang semakin kolaboratif dan responsif terhadap perkembangan zaman. Penguatan kompetensi dan jejaring menjadi modal penting dalam menghadapi krisis komunikasi serta menjaga kepercayaan masyarakat di tengah arus informasi yang semakin dinamis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....