Roem Paparkan Praktik Baik Lontara Plus di JAKI & Fellowship Cities Forum 2026
- 21 Agt 2026 08:25 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, membagikan praktik baik pengembangan ekosistem digital pemerintahan melalui Super Apps Lontara+ dalam JAKI & Fellowship Cities Forum 2026, Kamis 20 Agustus 2026. Forum bertema “From Local Innovation to Regional Impact: Best Practices from ASEAN Smart Cities” tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman dan gagasan terkait pengembangan kota cerdas. Kegiatan mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, industri, komunitas, serta pemangku kepentingan di bidang transformasi digital.
Dalam kesempatan itu, Roem memaparkan pengalaman Pemerintah Kota Makassar mengembangkan Lontara+ sebagai salah satu inovasi digital untuk mendukung pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, terintegrasi, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Menurut Roem, Lontara+ resmi diluncurkan pada 27 Juli 2025 sebagai salah satu program prioritas Pemkot Makassar. Aplikasi tersebut dikembangkan untuk mengintegrasikan layanan digital pemerintah daerah yang sebelumnya tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
“LONTARA+ resmi diluncurkan pada 27 Juli 2025 sebagai salah satu program prioritas Pemkot Makassar. Kehadirannya berangkat dari kondisi layanan digital Pemerintah Kota Makassar yang sebelumnya tersebar pada berbagai aplikasi milik OPD,” ujar Roem.
Ia menjelaskan, saat itu tercatat sedikitnya 358 aplikasi berjalan secara terpisah. Melalui Lontara+, layanan-layanan tersebut diarahkan untuk terintegrasi secara bertahap dalam satu ekosistem digital. Roem juga menyampaikan perkembangan terbaru Lontara+ yang diluncurkan bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Tiga fitur terbaru yang diperkenalkan yakni layanan administrasi kependudukan, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara daring, serta Makassar Move untuk mendukung pelacakan aktivitas fisik dan pelaporan infrastruktur. “Ini menjadi upaya Pemkot Makassar mempermudah akses masyarakat terhadap layanan publik,” katanya.
Roem menilai JAKI & Fellowship Cities Forum 2026 memiliki posisi strategis sebagai ruang pembelajaran dan pertukaran pengalaman antarpemerintah daerah. Menurutnya, forum tersebut dapat mendorong percepatan transformasi digital melalui pertukaran wawasan sekaligus memperkuat jejaring dan kolaborasi antarpemerintah daerah.
“Bagi Makassar, ruang ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi yang lahir dari kebutuhan daerah sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dengan daerah lain yang memiliki pengalaman dalam pengembangan ekosistem kota cerdas,” tuturnya.
Roem berharap kolaborasi dan pertukaran praktik baik antardaerah dapat terus diperkuat. Dengan demikian, inovasi digital yang dikembangkan pemerintah daerah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ia menegaskan, transformasi digital harus diarahkan pada terwujudnya pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, terintegrasi, adil, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dalam forum tersebut, Roem tampil bersama sejumlah narasumber, di antaranya Direktur Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri RI, Dr. Drs. Amran, M.T.; Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, ST., MM.; Kepala Diskominfo Semarang, Didik Dwi Hartono, S.H., Kp., M.M.; serta Kepala Diskominfo Bali, Gde Wirakusuma Wahyudi, S.Sos.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....