Pencurian Meteran Jadi Kendala, PDAM Makassar Butuh 30 Ribu Unit pada 2026
- 09 Agt 2026 14:50 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Perumda Air Minum Kota Makassar menghadapi persoalan pencurian meteran pelanggan yang berdampak terhadap pelayanan dan pendapatan perusahaan. Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkurade, mengatakan pencurian meteran saat ini menjadi salah satu keluhan masyarakat yang cukup marak.
"Yang sekarang ini menjadi keluhan masyarakat itu adalah meteran. Ya meteran, yang mana lagi marak pencurian meter," kata Syahrum, Sabtu 8 Agustus 2026.
Menurut Syahrum, hilangnya meteran membuat Perumda Air Minum Kota Makassar harus menyediakan perangkat pengganti agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap kebutuhan pengadaan meteran baru dan pendapatan perusahaan.
Syahrum mengatakan kebutuhan meteran PDAM sepanjang 2026 mencapai sekitar 30 ribu unit. Jumlah tersebut mencakup kebutuhan untuk pemasangan pelanggan baru, penggantian meteran rusak, hingga meteran yang hilang akibat pencurian.
"Yang dicuri sedikit, tetapi yang rusak, yang mau diganti, kemudian pemasangan baru, itu membutuhkan meteran. Nah, itu malah sampai 30.000 kebutuhan dalam tahun 2026 ini," katanya.
Menurutnya, kebutuhan meteran dalam jumlah besar tersebut menjadi salah satu hal yang harus dipenuhi perusahaan agar pelayanan kepada pelanggan tidak terganggu. PDAM Makassar kini berupaya memenuhi kebutuhan meteran tersebut, termasuk memastikan ketersediaan perangkat untuk pelanggan yang membutuhkan penggantian maupun pemasangan baru.
Syahrum berharap persoalan pencurian meteran dapat ditekan karena selain merugikan pelanggan, kondisi tersebut juga menambah beban operasional perusahaan. Pelanggan diimbau untuk segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan meteran hilang atau mengalami kerusakan agar dapat segera ditindaklanjuti dan pelayanan air bersih tetap berjalan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....