ASI Eksklusif Investasi Seumur Hidup untuk Anak

  • 09 Agt 2026 09:51 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar – Air Susu Ibu (ASI) eksklusif bukan sekadar pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi pada awal kehidupannya, tetapi menjadi salah satu investasi penting bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Program KIPRAH SULSEL PRO1 RRI Makassar bertajuk “ASI Eksklusif: Investasi Seumur Hidup Untuk Anak”, Sabtu, 8 Agustus 2026, yang menghadirkan Mardhiyah Adawiyah Ismail, S.Ked., MPPD IKM-IKP FK UMI, dan dipandu Host Risna Supratio.

Dalam dialog tersebut, Mardhiyah menjelaskan bahwa ASI memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan bayi sekaligus memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit. Pemberian ASI eksklusif direkomendasikan selama enam bulan pertama kehidupan, tanpa tambahan makanan atau minuman lain, kecuali atas indikasi medis.

Menurutnya, periode enam bulan pertama merupakan masa penting dalam membangun fondasi kesehatan anak. “ASI itu bukan hanya tentang makanan untuk bayi, tetapi juga memberikan perlindungan dan mendukung proses tumbuh kembang anak. Karena itu, ASI eksklusif selama enam bulan menjadi investasi yang sangat penting untuk kesehatan anak ke depannya,” jelas Mardhiyah.

Ia menambahkan, manfaat ASI tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan gizi bayi. Kandungan antibodi dan berbagai komponen bioaktif dalam ASI membantu mendukung sistem kekebalan tubuh anak sehingga dapat memberikan perlindungan dari sejumlah penyakit infeksi. WHO dan UNICEF juga merekomendasikan agar pemberian ASI dimulai dalam satu jam pertama setelah kelahiran dan dilanjutkan secara eksklusif selama enam bulan pertama.

Menurut Mardhiyah, keberhasilan pemberian ASI eksklusif juga sangat dipengaruhi oleh kondisi dan dukungan yang diterima ibu. Dukungan pasangan, keluarga, tenaga kesehatan, lingkungan sosial hingga tempat kerja menjadi bagian penting dalam membantu ibu mempertahankan proses menyusui.

Karena itu, persoalan ASI tidak seharusnya dibebankan hanya kepada ibu, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. “Ibu membutuhkan support system. Ketika ibu mengalami kesulitan menyusui, jangan langsung menyalahkan atau menganggap ibu tidak mampu. Justru keluarga dan lingkungan harus membantu mencari solusi, termasuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila terdapat kendala dalam menyusui,” ujar Mardhiyah.

Pentingnya dukungan tersebut juga tercermin dalam data WHO dan UNICEF. Pada 2024, angka ASI eksklusif pada bayi di bawah enam bulan di Indonesia mencapai 66,4 persen, meningkat dibandingkan 52 persen pada 2017. Meski demikian, masih terdapat bayi yang belum memperoleh ASI eksklusif selama enam bulan penuh, sehingga penguatan edukasi dan dukungan bagi ibu menyusui tetap diperlukan.

Mardhiyah berpesan agar para ibu tidak ragu memberikan ASI eksklusif kepada buah hati dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kendala selama proses menyusui. Menurutnya, dukungan keluarga dan lingkungan sangat dibutuhkan agar ibu dapat menjalankan proses menyusui dengan optimal.

“Mari kita dukung ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Jangan merasa sendiri ketika menghadapi kesulitan menyusui, karena selalu ada tenaga kesehatan dan lingkungan yang dapat memberikan dukungan. ASI adalah investasi untuk kesehatan dan masa depan anak kita,” pungkas Mardhiyah Adawiyah Ismail.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....