Barantin Pastikan Karantina Dukung Ekspor Udang Indonesia
- 08 Agt 2026 21:46 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding memastikan layanan karantina mendukung kelancaran ekspor udang Indonesia. Hal itu disampaikan saat meninjau pelayanan karantina di PT Bogatama Marinusa (BOMAR), Makassar, Jumat (7/8/2026). Kunjungan tersebut untuk memastikan komoditas perikanan memenuhi standar kesehatan, keamanan, dan ketertelusuran negara tujuan.
Ia menilai PT Bomar memiliki ekosistem budidaya dan pengolahan udang dengan standar tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan Indonesia memiliki peluang menjadi salah satu pemain utama udang dunia. "Indonesia ini bisa menjadi pemain udang nomor satu di dunia karena kalau udangnya dikelola dengan tepat," ujar Abdul Kadir Karding
Abdul Kadir Karding memastikan, semua komiditas perikanan yang keluar telah melalui proses yang sesuai dipersyaratkan. “Tugas kami memastikan semua komoditas perikanan yang keluar, baik antarwilayah maupun antarnegara, sehat, mutunya terjaga, dan kualitasnya terjaga," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Kadir Karding meninjau proses produksi udang ekspor mulai dari pengolahan hingga pengemasan. Peninjauan juga mencakup penerapan sanitasi, keamanan pangan, serta proses sertifikasi karantina.
Sementara itu,n CEO PT BOMAR Tigor Chendarma mengatakan layanan karantina menjadi bagian penting dalam kegiatan ekspor perusahaan. Layanan yang cepat dan kredibel membantu perusahaan memenuhi persyaratan negara tujuan.
"Layanan karantina bukan sekadar persyaratan administrasi, tetapi menjadi bagian penting dalam memastikan produk memenuhi standar kesehatan dan keamanan," ujarnya.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan Sitti Chadidjah mengatakan pihaknya terus memastikan setiap komoditas ekspor memenuhi persyaratan negara tujuan. Sertifikat karantina diterbitkan setelah seluruh persyaratan kesehatan dan teknis terpenuhi. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran perdagangan sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan Sulsel.
Sepanjang semester I 2026, PT BOMAR telah mengekspor 859,4 ton udang dengan nilai Rp148,2 miliar. Ekspor tersebut terdiri atas 765,132 ton udang vaname senilai Rp122,5 miliar dan 94,292 ton udang windu senilai Rp25,7 miliar. Seluruh komoditas telah melalui tindakan karantina dan diterbitkan 69 sertifikat untuk tujuan Jepang, Vietnam, dan Tiongkok.
Kunjungan Barantin turut memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha perikanan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menjaga mutu komoditas sekaligus memperlancar akses produk Indonesia ke pasar internasional. Pemerintah berharap penguatan layanan karantina dapat meningkatkan ekspor udang dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....