Human Error Jadi Faktor Dominan Kecelakaan Lalu Lintas di Sulsel
- 08 Agt 2026 19:22 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Faktor manusia atau human error masih menjadi penyebab dominan kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Selatan. Rendahnya kesadaran dan kepatuhan pengguna jalan dinilai menjadi salah satu tantangan dalam mewujudkan keselamatan berkendara.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Patarai A. Burhan GS., S.Sos., M.M., mengatakan sejumlah kajian dan data dari berbagai pihak menunjukkan faktor manusia memiliki persentase terbesar dibandingkan kondisi kendaraan, jalan, maupun lingkungan.

“Faktor manusialah yang paling banyak penyebabnya kecelakaan di antara empat faktor utama,” ujar Patarai dalam program Kiprah Sulawesi Selatan Pro 1 RRI Makassar, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, berbagai perilaku pengendara masih berpotensi memicu kecelakaan, seperti melanggar rambu lalu lintas, berkendara dalam kondisi lelah, terburu-buru, hingga menggunakan telepon seluler saat mengemudi. Kurangnya konsentrasi juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
Patarai menyebut kecelakaan tunggal menjadi salah satu jenis kecelakaan yang cukup banyak terjadi. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh pelanggaran aturan, kepanikan saat menghadapi kendaraan lain, maupun ketidakmampuan pengendara menjaga konsentrasi ketika berada di jalan.
Ia menegaskan, upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah atau Dinas Perhubungan. Edukasi dan pengawasan perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan. “Bukan hanya Dishub saja, tapi orang tua juga di rumah,” katanya.
Patarai menjelaskan, Dishub Sulsel telah menjalankan sejumlah program edukasi, salah satunya Pemuda Pelopor Keselamatan Lalu Lintas yang menyasar pelajar tingkat SMA. Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.
Selain edukasi secara langsung, informasi keselamatan lalu lintas juga disampaikan melalui media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan Facebook. Patarai berharap upaya tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga keselamatan berlalu lintas tidak sekadar dipahami sebagai kewajiban, tetapi menjadi budaya bersama untuk melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....