Tantangan Pemulihan Adiksi dan Pentingnya Peran Keluarga
- 06 Agt 2026 13:17 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Proses pendampingan pemulihan adiksi tentu tidak lepas dari berbagai tantangan, baik yang datang dari dalam diri klien maupun dari lingkungan luar. Konselor adiksi Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI), Dian Amaliah Safrullah kepada RRI menyampaikan pada masa awal pertemuan, banyak klien menunjukkan sikap tertutup atau penerimaan diri yang masih sangat minim.
Tantangan eksternal yang cukup signifikan sering kali berasal dari pihak keluarga yang membutuhkan bimbingan khusus dalam memberikan kepercayaan kembali kepada klien. Riwayat perilaku negatif selama masa pemakaian narkotika kerap membuat tingkat kepercayaan keluarga menurun drastis.
“Keluarga – keluarga yang perlu pendampingan khusus agar mereka bisa memberikan kepercayaan yang lebih kepada klien. Karena klien selama memakai kan memang menunjukkan banyak perilaku-perilaku yang negatif. Jadi itu sih tantangannya kadang keluarga atau mungkin terlibatannya itu yang masih kurang dan masih perlu diberikan perhatian khusus,” jelas Dian – sapaan akrabnya. Rabu, 5 Agustus 2026.

Dian mengakui, di tengah perjalanan rehabilitasi, klien juga rentan menghadapi krisis emosional seperti masalah adaptasi, kabar duka keluarga, atau kecemasan menghadapi kepulangan. Berbagai kendala eksternal seperti masalah pekerjaan atau sekolah juga dapat menghentikan program rehabilitasi di tengah jalan.
Beban mental yang tinggi dalam mendengarkan keluh kesah klien menuntut konselor untuk memiliki strategi tersendiri dalam menjaga kesehatan mental mereka. Dukungan rekan sejawat dan penyaluran hobi di luar jam kerja menjadi kunci penting bagi para pendamping agar tetap waras menghadapi tekanan profesi.
Lebih lanjut dikatakan, meskipun kekambuhan fisik secara langsung dapat dicegah karena aturan ketat di fasilitas rawat inap, pikiran atau niat untuk kembali menggunakan narkotika terkadang masih muncul. Konselor mengatasi hal tersebut dengan memberikan sesi konseling dan terapi untuk membekali klien keterampilan menghadapi pemicu atau stimulus.
Selain itu, dukungan keluarga memegang peranan krusial sebagai salah satu sumber motivasi terbesar bagi klien dalam mencapai keberhasilan pemulihan. Keterlibatan emosional dan semangat dari orang terdekat membuat klien merasa dikuatkan selama menjalani masa rehabilitasi.
Keluarga diharapkan dapat berpartisipasi aktif, tidak hanya memberikan materi tetapi juga dukungan emosional serta menyampaikan harapan kepada konselor. Kolaborasi dua arah antara keluarga dan konselor ini diharapkan mampu mengantarkan klien menuju pemulihan yang tuntas dan berkelanjutan.
“Selama anggota keluarga menjalani proses rehabilitasi, keluarga bisa aktif ikut serta dalam dalam proses rehabilitasi klien. Karena salah satu motivasi terbesar klien untuk menjalani rehabilitasi untuk menjalani pemulihannya itu adalah keluarga,” tutup Dian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....