Dianggap Kurang Menjanjikan, Hasil Kakao Bisa Kantongi Rp240 Ribu per Pohon

  • 05 Agt 2026 14:35 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Harga kakao kering di tingkat petani Sulawesi Selatan saat ini berkisar Rp80.000 per kilogram. Satu pohon kakao produktif mampu menghasilkan hingga tiga kilogram biji kering dalam sekali panen, disampaikan dalam program Kiprah Sulsel RRI Pro 1 Makassar, Selasa, 4 Agustus 2026.

Dengan hitungan tersebut, satu pohon kakao bisa menghasilkan sekitar Rp240.000 dalam sekali panen. Jika seorang petani memiliki seratus pohon, potensi pendapatannya bisa mencapai Rp24 juta.

"Harga kakao sekarang berkisar Rp80.000 per kilogram untuk kualitas kering. Kalau satu pohon bisa hasilkan dua sampai tiga kilogram, berarti sudah dapat sekitar Rp160.000 sampai Rp240.000, itu baru dari satu pohon," kata Achmad Fachri, S.P, Ketua Tim Kerja Komoditi Kakao Sulawesi Selatan.

Pekerjaan sebagai petani kakao kerap dianggap kurang menjanjikan secara kasat mata. Menurut Fachri, penghasilannya justru cukup besar jika dihitung secara detail, apalagi bagi petani dengan ratusan hingga ribuan pohon.

"Pekerjaan ini memang terlihat seperti pekerjaan tradisional yang kalau dilihat sekilas tidak menjanjikan. Tapi kalau sudah ditimbang, baru kelihatan hasilnya, jadi jangan takut untuk menjadi petani kakao," ajak Fachri kepada generasi muda.

Ia menyebut semakin banyak anak muda milenial yang mulai tertarik menggeluti sektor pertanian, termasuk kakao, meski awalnya dianggap warisan pekerjaan orang tua.

"Sekarang pemuda-pemuda milenial ini sudah banyak yang bergerak di bidang pertanian. Kita harus mengubah pandangan teman-teman muda bahwa bertani, khususnya kakao, itu sebenarnya cukup seksi dan menjanjikan," ungkap Fachri.

Pendapatan maksimal tetap bergantung pada penggunaan bibit unggul sejak awal peremajaan. Pemerintah turut mendukung lewat bantuan bibit dan pendampingan kelompok tani agar hasil produksi terjaga.

Fachri berharap generasi muda ikut mengelola kebun warisan keluarga dengan metode lebih modern agar potensi ekonomi kakao Sulawesi Selatan lebih optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....