Mahasiswa UNM Kembangkan Aplikasi AR untuk Bantu Anak ADHD Belajar

  • 05 Agt 2026 12:51 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Muh Rio Sahri Syawal seorang mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) mengembangkan aplikasi berbasis Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran bagi anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH). Inovasi tersebut merupakan bagian dari penelitian skripsi yang bertujuan membantu meningkatkan konsentrasi belajar siswa ADHD di sekolah dasar.

Pengembangan aplikasi ini berangkat dari banyaknya kajian ilmiah yang membahas rendahnya konsentrasi belajar pada siswa ADHD. Berangkat dari kondisi tersebut, pengembang berupaya menghadirkan media pembelajaran berbasis teknologi yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Teknologi Augmented Reality (AR) dipilih karena mampu menggabungkan unsur visual dan audio secara interaktif. Pengguna cukup membuka aplikasi, kemudian mengarahkan kamera gawai ke kartu atau gambar yang telah disiapkan hingga muncul objek digital yang mendukung proses pembelajaran.

Aplikasi tersebut telah melalui tahap uji coba kepada siswa ADHD. Hasil pengujian menunjukkan respons yang positif dalam membantu meningkatkan konsentrasi belajar, meski pada beberapa siswa dengan kategori ADHD berat masih ditemukan distraksi yang memerlukan penyesuaian selama proses pembelajaran.

"Alhamdulillah aplikasi ini sudah diujicobakan dan hasilnya menunjukkan dampak yang positif dalam membangun konsentrasi belajar siswa ADHD. Memang pada beberapa subjek dengan kategori ADHD berat masih ditemukan distraksi, tetapi hal tersebut masih berada dalam konteks proses pembelajaran dan selaras dengan hasil penelitian yang kami lakukan," ujarnya Rabu, 5 Agustus 2026.

Muh Rio Sahri Syawal berharap aplikasi ini dapat menjadi alternatif media ajar bagi guru ketika metode pembelajaran konvensional belum mampu memenuhi kebutuhan siswa ADHD. Menurutnya, pemanfaatan teknologi AR dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik sehingga mampu meningkatkan motivasi dan fokus belajar peserta didik.

"Saya berharap siswa ADHD dapat memperoleh metode pembelajaran yang mampu membangkitkan semangat belajarnya ketika pembelajaran konvensional dirasa kurang efektif. Selain itu, saya juga berharap penerapan AR ini dapat menjadi media pembelajaran baru yang bisa diterapkan di sekolah-sekolah lain untuk membantu meningkatkan konsentrasi belajar siswa ADHD," katanya.

Melalui inovasi tersebut, mahasiswa UNM berharap teknologi Augmented Reality tidak hanya menjadi bagian dari penelitian akademik, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara lebih luas dalam mendukung pendidikan inklusif di Indonesia. Pengembangan media belajar berbasis teknologi dinilai dapat membuka peluang lahirnya inovasi lain yang mampu menjawab kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....