Camat Ujung Tanah Pastikan Seluruh Sampah Warga Tetap Diangkut
- 05 Agt 2026 11:00 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kecamatan Ujung Tanah terus mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah dari rumah guna mendukung kebijakan pengelolaan sampah Pemerintah Kota Makassar. Meski demikian, petugas kebersihan dipastikan tetap mengangkut seluruh sampah warga, baik yang sudah dipilah maupun yang masih tercampur.
Andi Unru, Camat Ujung Tanah dalam Dialog interaktif Makassar menyapa pagi, Rabu, 5 Agustus 2026 mengatakan sosialisasi telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir dan petugas kebersihan tetap mengambil seluruh sampah warga, namun pemilahan sejak dari rumah diharapkan tetap dilakukan oleh masyarakat sehingga dapat mempercepat proses pengangkutan. "Seluruh sampah itu diambil ji. Tidak ada ji yang dibeda-bedakan, mau organik, anorganik, maupun residu, semuanya diambil. Kami hanya minta tolong untuk dipilah supaya memudahkan petugas," kata Camat Ujung Tanah kepada RRI.
Ia menjelaskan, pemilahan sampah dapat meningkatkan efisiensi kerja petugas. Jika sampah sudah dipilah oleh warga, proses pengangkutan di satu wilayah dapat selesai dalam sekitar dua jam. Sebaliknya, jika petugas harus memilah kembali sampah sebelum diangkut, waktu pengerjaan dapat bertambah hingga tiga sampai empat jam.
Saat ditanya tentang besaran volume sampah di kecamatan ujung tanah Makassar, camat ujung tanah mengatakan, hingga awal Agustus 2026, volume sampah organik yang berhasil dikelola di Kecamatan Ujung Tanah mencapai rata-rata 2,5 ton per hari. Sampah tersebut dimanfaatkan melalui TPS 3R, TEBA modern di setiap kelurahan, komposter, biopori, hingga TEBA konvensional yang kini mulai dikembangkan.
"Per 1 Agustus 2026 kemarin kita sudah mulai menghitung secara riil berapa organik yang kita bisa kelola per harinya. Ini kita dapat sampai kemarin tanggal 4, itu rata-rata di 2,5 ton, 2.500 kilogram. Nah, inilah sampah yang kita apa... kelola dan kita bagi. Ada yang ke TPS 3R, ada yang ke TEBA modern yang masing-masing kelurahan sudah buat, komposter, biopori, dan juga saat ini kami juga membuat TEBA konvensional," ungkap Andi Unru.
Selain pengelolaan sampah organik, pemerintah kecamatan juga mengaktifkan kembali bank sampah sektoral dan bank sampah unit. Saat ini terdapat 20 bank sampah aktif yang tersebar di sembilan kelurahan dengan hasil penimbangan sampah anorganik mencapai lebih dari empat ton.
"Dan kemudian untuk sampah anorganiknya, ini kami sudah mulai mengaktifkan kembali bank sampah sektoral kami di kecamatan dan juga bank sampah unit. Sudah ada 20 yang aktif tersebar di 9 kelurahan. Nah, hingga untuk bank sampah sektoral kami, hingga kemarin kami melakukan penimbangan itu sudah 4 ton lebih yang kami sudah ini. Dan yang untuk bulan Juninya sudah dibayarkan," kata Camat Ujung Tanah dalam Dialog interaktif Makassar menyapa pagi, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, kebijakan pemilahan sampah merupakan bagian dari upaya menghentikan praktik open dumping yang harus diterapkan seluruh pemerintah daerah. Karena itu, pemerintah kecamatan terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan di tingkat kelurahan maupun lingkungan agar informasi yang diterima warga tidak simpang siur.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, armada pengangkut sampah di Kecamatan Ujung Tanah juga telah disiapkan dengan ruang pemisah bagi sampah organik, anorganik, dan residu. Petugas diarahkan mengangkut seluruh jenis sampah dalam satu perjalanan, kemudian menempatkannya sesuai dengan sekat yang tersedia di dalam armada.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....