Gaya Hidup Berisiko, Generasi Muda Rentan Terkena Hepatitis

  • 04 Agt 2026 13:18 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Penyakit hepatitis kini tidak lagi hanya menjadi ancaman bagi kelompok usia lanjut, melainkan juga mengintai generasi muda di Indonesia. Minimnya pengetahuan mengenai bahaya infeksi virus hati ini membuat banyak remaja kurang menyadari potensi risiko yang mengintai aktivitas sehari-hari.

Mahasiswa Program Profesi Dokter IKM-IKK-IKP FK UMI, Adrian dalam Program Kiprah Sulsel, pada Sabtu, 01 Agustus 2026 menjelaskan secara medis, hepatitis merupakan kondisi peradangan pada organ hati atau hepar yang umumnya dipicu oleh infeksi virus. Selain infeksi, pola hidup tidak sehat seperti konsumsi alkohol berlebih, penggunaan obat secara sembarangan, hingga gangguan autoimun juga dapat merusak fungsi vital organ tersebut.

“Untuk tipe hepatitis A dan E itu adalah tipe hepatitis yang masih akut. Yang notabene apabila kita melakukan pengobatan secara masif dengan kolaborasi dengan pasien, secara otomatis insya Allah untuk penyakit hepatitis bisa disembuhkan. Tetapi pada hepatitis B, C, dan D, ini adalah hepatitis yang bersifat kronik,” jelas Adrian.

Penularan penyakit ini dibedakan berdasarkan jenis virusnya, yaitu hepatitis A dan E yang menular lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi. Sementara itu, hepatitis B, C, dan D berisiko menular melalui paparan cairan tubuh, penggunaan jarum suntik secara sembarangan, serta hubungan seksual yang tidak aman.

Lebih lanjut dikatakan, penularan hepatitis B dan C perlu diwaspadai di kalangan anak muda sering kali terjadi tanpa disadari akibat gaya hidup serta pergaulan bebas. Penggunaan jarum suntik terpakai hingga konsumsi obat-obatan tanpa pengawasan dokter menjadi faktor pemicu utama yang sangat riskan.

“Terkait untuk hepatitis B dan C sebagai silent killer itu sangat tepat. Salah satu penyebab dari hepatitis adalah infeksi virus. Infeksi virus ini seringkali tidak menunjukkan gejala sama sekali,” jelas Adrian.

Dikatakan, seseorang bisa merasa sehat dan beraktivitas layaknya seperti orang normal selama bertahun-tahun. Padahal di dalam tubuhnya virus sedang perlahan merusak sel-sel hati.

Gejala khas hepatitis baru timbul secara nyata saat fungsi hati sudah mengalami penurunan drastis, ditandai dengan perubahan warna mata dan kulit menjadi kekuningan. Selain penyakit kuning, penderita juga kerap mengalami kelelahan ekstrem, mual, muntah, penurunan nafsu makan, hingga warna urine yang berubah gelap.

Masyarakat diimbau untuk segera mengubah stigma bahwa hepatitis hanya penyakit usia tua dan mulai proaktif melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kesadaran untuk menerapkan pola hidup bersih, menghindari kebiasaan berisiko, serta melakukan deteksi dini menjadi kunci utama perlindungan kesehatan organ hati.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....