BPBD Sulsel Siapkan Opsi Modifikasi Cuaca Hadapi Puncak Musim Kemarau

  • 03 Agt 2026 20:39 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan berbagai langkah menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Salah satu opsi yang disiapkan adalah operasi modifikasi cuaca bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko kekeringan yang mulai melanda sejumlah daerah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan, Amson Padolo, mengatakan pemerintah daerah harus meningkatkan kesiapsiagaan selama musim kemarau. Ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan menjadi perhatian utama.

"Apabila masih memungkinkan kami akan kerja sama BNPB untuk operasi modifikasi cuaca. Tapi itu harus melihat kondisi awan. Kalau ada bibit hujan itu bisa dilaksanakan. Kalau tidak ada ya susah juga," kata Amson, Senin 3 Agustus 2026

Lebih jauh, ia menjelaskan operasi modifikasi cuaca hanya dapat dilakukan apabila terdapat awan yang memenuhi syarat. Diantaranya harus memiliki kandungan uap air yang cukup untuk dilakukan penyemaian. Operasi modifikasi cuaca tidak bertujuan menciptakan awan, melainkan mengoptimalkan potensi hujan dari awan yang sudah terbentuk.

Menurut Amson, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. "Memang diprediksi kemarau yang krusial Agustus-September akan meningkat," ujarnya.

BPBD Sulsel juga telah menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan air bersih. Salah satunya melalui pembangunan sumur bor bekerja sama dengan Kodam di sejumlah daerah rawan kekeringan. Fasilitas tersebut masih dimanfaatkan masyarakat meski kapasitasnya belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan air.

Ia mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu yang paling terdampak musim kemarau. Kekeringan berpotensi menurunkan produksi pertanian, terutama di daerah sentra padi seperti Sidrap dan Wajo. Karena itu, pemerintah terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam upaya mitigasi bencana.

Saat ini sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan bagian selatan dan barat mulai memasuki musim kemarau, sementara wilayah utara masih diguyur hujan. Kota Makassar juga telah menetapkan status siaga kekeringan sebagai langkah antisipasi. "Beberapa waktu lalu kami sudah bekerja sama dengan Kodam membangun sumur bor di beberapa daerah. Sampai sekarang masih berfungsi, meski belum mencukupi kebutuhan di beberapa lokasi," tutup Amson.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....