Unhas Gandeng APINDO Cetak Entrepreneur Hadapi Ketidakpastian Global

  • 03 Agt 2026 15:54 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Unhas bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menghadirkan kuliah umum APINDO Goes to Campus dengan tema “Membangun generasi Entrepreneur dan Pencipta Lapangan Kerja di Tengah Ketidakpastian Global”. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Umum APINDO, Shinta Widjaja Kamdani sebagai narasumber.Melalui kuliah umum yang berlangsung pada Senin, 3 Agustus 2026 di Ruang Senat Lantai 2 Gedung Rektorat, Kampus Unhas Tamalanrea.

Dalam paparannya Shinta menyebutkan, ketidakpastian ekonomi global telah membawa dampak nyata terhadap dunia usaha, mulai dari meningkatnya biaya produksi, melemahnya daya beli masyarakat, hingga perlambatan investasi dan penciptaan lapangan kerja. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dipahami generasi muda karena akan memengaruhi arah pembangunan ekonomi, peluang kerja, dan daya saing Indonesia di masa mendatang.

“Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh kekayaan sumber daya alamnya, tetapi oleh kualitas manusianya. Karena itu, kita harus membangun generasi yang memiliki keterampilan masa depan, mampu beradaptasi terhadap perubahan, serta memiliki keberanian menjadi entrepreneur dan pencipta lapangan kerja,” jelas Shinta.

Menurut Shinta, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI), akan mengubah kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Oleh karena itu, generasi muda perlu membekali diri dengan keterampilan masa depan melalui proses upskilling dan reskilling, sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, adaptasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah agar tetap relevan di tengah transformasi industri.

“Indonesia tidak kekurangan talenta, tetapi membutuhkan ekosistem kolaborasi yang mampu mengubah talenta menjadi entrepreneur, inovator, dan pencipta lapangan kerja,” tambah Shinta.

Sementara itu Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dalam sambutan pembukaannya menyebutkan, tantangan global harus dijawab melalui transformasi pendidikan tinggi yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia usaha. Menurutnya, lulusan masa depan dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, daya analitis, serta kecakapan menyelesaikan persoalan kompleks yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.

“Masifnya perkembangan AI, transisi menuju green economy, dan perang talenta merupakan tiga mega-tren yang sedang membentuk masa depan. Karena itu, perguruan tinggi harus mempersiapkan generasi yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga mampu menjadi penggerak inovasi dan kewirausahaan,” jelas Prof. JJ.

Menurut Prof. JJ, kolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) merupakan langkah strategis untuk mempersempit kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Sinergi tersebut memungkinkan riset lebih aplikatif, membuka ruang pembelajaran berbasis pengalaman, sekaligus memperluas peluang mahasiswa membangun kompetensi yang relevan dengan dinamika ekonomi global.

Kuliah Umum ini merupakan salah satu agenda dari RAKERKONAS APINDO XXXV dengan Tema: "Ketahanan Ekonomi Nasional: Peran Pengusaha Indonesia di Tengah Fragmentasi Global" yang berlangsung pada tanggal: 3–5 Agustus 2026 yang berlokasi utama di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....