Munafri Cerita Perjuangan dari Penyiar Radio hingga Wali Kota Makassar di FH Unhas
- 23 Mei 2026 14:07 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin membagikan kisah perjalanan hidup, pengalaman karier, hingga perjuangannya di dunia politik dalam kuliah umum di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Jumat 22 Mei 2026.
Dalam kuliah umum bertema “Sinergi Pemerintahan, Hukum dan Entrepreneurship dalam Menciptakan Inovasi Pemerintahan yang Berdampak di Kota Makassar”, Appi — sapaan akrab Munafri — mengajak mahasiswa berani bermimpi, membangun relasi, serta memiliki jiwa entrepreneurship.
Menurutnya, kesuksesan tidak diraih secara instan, melainkan melalui visi yang jelas, konsistensi, dan ketekunan.
“Kesuksesan adalah perjalanan yang dibangun melalui visi yang jelas, konsistensi, dan ketekunan. Tidak ada jalan pintas untuk mencapainya,” ujar Appi.
Ia menilai Kota Makassar membutuhkan lebih banyak entrepreneur karena pertumbuhan ekonomi kota selama ini ditopang sektor perdagangan dan jasa. Appi menyebut pertumbuhan ekonomi Makassar pada 2025 mencapai sekitar 5,3 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional dan Sulawesi Selatan saat itu.
Selain itu, ia menegaskan ilmu hukum memiliki peran penting dalam dunia usaha karena menjadi dasar memahami aturan dan batasan dalam mengambil keputusan.
“Hukum menjadi rambu-rambu kita dalam melangkah, mengetahui mana yang benar dan mana yang salah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Appi juga menceritakan perjalanan politiknya yang penuh tantangan sebelum akhirnya memenangkan Pilkada Makassar 2024 bersama Aliyah Mustika Ilham. Ia mengaku pernah kalah dari kotak kosong pada Pilkada 2018 dan kembali mengalami kekalahan pada Pilkada 2020 di tengah pandemi COVID-19. Namun, kegagalan itu tidak membuatnya menyerah.
“Tidak ada perjuangan yang dilakukan sampai tuntas yang berakhir sia-sia. Berjuanglah sampai tuntas untuk mendapatkan apa yang kalian inginkan,” pesannya kepada mahasiswa.
Appi juga mengenang masa mudanya yang penuh keterbatasan ekonomi. Ia mengaku hanya dibiayai orang tua selama satu semester kuliah di Fakultas Hukum Unhas, sementara semester berikutnya ia tanggung sendiri dengan bekerja sebagai penyiar radio.
Selain itu, Appi membagikan pengalamannya saat dipercaya memimpin PSM Makassar pada 2016 ketika klub tersebut sedang terpuruk akibat dampak sanksi FIFA terhadap sepak bola Indonesia. Menurutnya, perubahan besar dalam manajemen, pelatih, dan komposisi pemain berhasil membawa PSM bangkit hingga meraih gelar Piala Indonesia 2019 setelah penantian panjang selama 19 tahun.
Menutup kuliah umumnya, Appi mengajak mahasiswa Fakultas Hukum Unhas menjadi motor penggerak lahirnya kebijakan publik yang cerdas, berkeadilan, dan berpihak kepada masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....