Muballigh Ajak Masyarakat Tabayyun Jaga Persatuan Bangsa Indonesia

  • 01 Agt 2026 18:44 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Refleksi mendalam mengenai kemerdekaan Republik Indonesia turut menyoroti fenomena keprihatinan masyarakat terhadap maraknya tindak korupsi yang dilakukan oleh para pejabat. Suara-suara dari akar rumput kerap mempertanyakan esensi perayaan kemerdekaan di tengah belenggu persoalan ekonomi, penegakan hukum yang dinilai tumpul ke atas dan tajam ke bawah, hingga terbatasnya kebebasan berekspresi.

Muballigh Kota Makassar, Awaluddin Umar kepada RRI menilai kondisi ini memicu kekecewaan publik. Hal ini karena sebagian masyarakat merasa belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan secara utuh akibat dikuasai oleh pemilik modal besar serta ketidakpastian hukum.

Menanggapi fenomena tersebut, Awaluddin menjelaskan bahwa para koruptor terjerumus dalam tindakan tercela karena mereka mengejar keinginan hawa nafsu duniawi semata, bukan lagi memenuhi kebutuhan hidup yang sebenarnya telah dijamin oleh Allah SWT bagi hamba-Nya yang bertawakal. Keinginan yang tidak terkendali ini membuat para pelaku mengabaikan amanah jabatan yang telah diemban. Jumat, 31 Juli 2026.

“Yang korupsi itu, yang dia kejar itu bukan apa yang dia butuhkan tetapi apa yang dia inginkan. Keinginan hawa nafsunya itu yang mendorong dia untuk korupsi. Padahal Allah berjanji pada kita untuk memenuhi kebutuhan kita dengan syaratnya dia beriman kepada Allah,” jelas Awaluddin.

Selain persoalan integritas pejabat, era digital saat ini juga membawa tantangan tersendiri terkait kebebasan berbicara di media sosial yang sering kali disalahgunakan untuk menyebarkan berita bohong, fitnah, dan saling menjatuhkan antar sesama anak bangsa. Dalam pandangan Islam, kebebasan berekspresi atau freedom of speech tetap memiliki batasan moral dan etika yang harus dijaga agar tidak memecah belah persatuan.

Awaluddin mengungkapkan agama mengajarkan konsep tabayyun atau melakukan check and recheck secara teliti sebelum menerima dan menyebarkan suatu informasi kepada publik. Pentingnya menyaring informasi terlebih dahulu, berdasar pada Surah Al-Hujurat ayat 6, yang mengingatkan agar orang-orang beriman tidak sembarangan mempercayai atau menyebarkan berita dari orang fasik.

Lebih lanjut diungkapkan, untuk merawat kebhinekaan dan mencegah perpecahan di tengah perbedaan suku serta bangsa, umat Islam diperintahkan untuk senantiasa berpegang teguh pada tali agama Allah dan memperkuat tali persaudaraan. Konsep ukhuwah ini mencakup persaudaraan sesama Muslim (ukhuwah islamiyah), persaudaraan sesama manusia (ukhuwah insaniyah), serta persaudaraan sebangsa dan setanah air (ukhuwah wathaniyah) yang sejalan dengan semangat cinta tanah air adalah sebagian dari iman (hubbul watani minal iman).

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....