Geopark Maros Pangkep Optimistis Pertahankan Status UNESCO Global Geopark

  • 31 Jul 2026 11:59 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan optimistis Geopark Maros Pangkep mampu mempertahankan status sebagai UNESCO Global Geopark melalui proses revalidasi yang tengah berlangsung. Evaluasi tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan kawasan geopark terus memenuhi standar pengelolaan, konservasi, dan pengembangan berkelanjutan yang ditetapkan UNESCO.

Hal itu disampaikan Plt. Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan, Muhammad Ibrahim Halim, dalam program Dialog Kita Indonesia di Pro 1 RRI Makassar, Kamis (30/7/2026). Menurutnya, revalidasi merupakan mekanisme evaluasi rutin yang dilakukan UNESCO setiap empat tahun terhadap seluruh geopark yang telah memperoleh pengakuan dunia.

Plt. Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan, Muhammad Ibrahim Halim, dalam program Dialog Kita Indonesia di Pro 1 RRI Makassar, Kamis (30/7/2026).

"UNESCO membuat regulasi bahwa geopark-geopark yang statusnya sudah UNESCO itu setiap empat tahun memang dilakukan evaluasi," ujar Muhammad Ibrahim.

Ia menjelaskan, Geopark Maros Pangkep memperoleh status UNESCO Global Geopark pada 2023 setelah sebelumnya ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada 2017. Saat pengakuan diberikan, UNESCO juga menyampaikan 16 rekomendasi yang harus dipenuhi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pengelolaan kawasan.

Menurutnya, proses revalidasi kali ini bertujuan memastikan seluruh rekomendasi tersebut telah ditindaklanjuti. Berbagai pembenahan telah dilakukan, mulai dari penyediaan infrastruktur pendukung, pemasangan papan interpretasi, hingga penguatan tata kelola kawasan dan pelibatan masyarakat dalam pengembangan geopark.

"Tahun 2023 Maros Pangkep UNESCO Global Geopark diakui, tetapi ada 16 catatan atau rekomendasi dari UNESCO. Itulah yang sekarang ingin dipastikan oleh dua evaluator yang datang ke Maros Pangkep," katanya.

Muhammad Ibrahim menambahkan, tim evaluator UNESCO tidak hanya melakukan peninjauan di kawasan daratan seperti Bantimurung dan Karenta, tetapi juga mengunjungi Pulau Kapoposang untuk melihat potensi geologi, keanekaragaman hayati, serta kekayaan bawah laut yang menjadi bagian dari kawasan Geopark Maros Pangkep.

Ia menilai keberhasilan mempertahankan status UNESCO Global Geopark akan memberikan dampak positif bagi pengembangan sektor pariwisata, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan. Status tersebut juga diharapkan semakin memperkuat citra Sulawesi Selatan sebagai destinasi wisata berbasis konservasi yang diakui di tingkat internasional.

Menutup dialog, Muhammad Ibrahim berharap seluruh pihak terus berkolaborasi dalam menjaga kelestarian kawasan Geopark Maros Pangkep. "Kami optimistis seluruh upaya yang telah dilakukan dapat mempertahankan status UNESCO Global Geopark sekaligus mendorong pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....