Sekolah di Wilayah 3T Sulsel Jadi Prioritas Revitalisasi
- 30 Jul 2026 18:26 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pemerataan kualitas pendidikan di Sulawesi Selatan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan di wilayah perkotaan, tetapi juga dengan memberi perhatian khusus kepada sekolah-sekolah di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Upaya tersebut dinilai penting agar seluruh peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak.
Hal tersebut disampaikan Iqbal Najamuddin Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan dalam Program Dialog Interaktif Makassar Menyapa di Pro 1 RRI Makassar, Rabu, 29 Juli 2026. Ia menegaskan bahwa sekolah-sekolah di wilayah 3T menjadi salah satu prioritas dalam program revitalisasi sekolah yang diusulkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

"Sekolah-sekolah di wilayah 3T menjadi perhatian utama karena mereka menghadapi tantangan akses dan kondisi geografis yang berbeda dengan daerah perkotaan. Pemerataan pendidikan harus dimulai dari memastikan seluruh peserta didik memperoleh fasilitas belajar yang layak," ujar Iqbal.
Ia menjelaskan, kondisi geografis Sulawesi Selatan yang memiliki kawasan kepulauan, pegunungan, hingga daerah rawan bencana menjadi pertimbangan penting dalam penyusunan usulan revitalisasi sekolah. Beberapa wilayah seperti Kabupaten Pangkep, Kepulauan Selayar, Seko, dan Rampi di Luwu Utara, Toraja, Toraja Utara, serta daerah terpencil lainnya menjadi perhatian karena memiliki tantangan tersendiri dalam akses pendidikan.
Selain perbaikan sarana dan prasarana, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga mendorong peningkatan akses digital bagi sekolah-sekolah di wilayah 3T. Menurut Iqbal, dukungan tersebut mencakup penyediaan infrastruktur digital dan akses internet agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal serta mampu memperluas akses peserta didik terhadap sumber belajar.
Iqbal menambahkan pihaknya juga telah memetakan sekolah-sekolah yang berada di kawasan rawan bencana. Untuk menjamin keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik, Dinas Pendidikan menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penerapan pembelajaran daring apabila terjadi kondisi darurat akibat cuaca ekstrem maupun bencana alam.
Dalam pelaksanaan revitalisasi, Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan turut memperkuat sistem pengawasan melalui pendampingan kepada kepala sekolah. Pendampingan dilakukan bersama cabang dinas serta melibatkan unsur Kejaksaan dan Kepolisian guna memastikan program berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
"Revitalisasi bukan hanya soal membangun gedung, tetapi memastikan sekolah menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi seluruh anak, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil," ujarnya.
Menutup dialog, Iqbal berharap pemerataan fasilitas pendidikan terus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, keberhasilan revitalisasi sekolah di wilayah 3T akan menjadi langkah penting dalam memutus kesenjangan pendidikan sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Sulawesi Selatan untuk berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....