SANKSI, Ketahanan Diri Remaja Jadi Benteng Utama Cegah Penyalahgunaan Narkoba

  • 30 Jul 2026 09:58 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar – Ketahanan diri menjadi salah satu faktor paling penting dalam melindungi remaja dari ancaman penyalahgunaan narkoba yang hingga kini masih menjadi perhatian serius berbagai pihak. Di tengah derasnya arus informasi dan pergaulan yang semakin kompleks, kemampuan remaja mengenali potensi diri, mengendalikan emosi, serta berani mengambil keputusan yang benar dinilai menjadi modal utama agar tidak mudah terjerumus pada perilaku berisiko. Hal tersebut menjadi pembahasan utama dalam Program SANKSI yang disiarkan PRO1 RRI Makassar edisi Rabu (29/7/2026), dipandu Arfan Yusri, dengan menghadirkan narasumber Darmawati, S.Sos., Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNP Sulawesi Selatan.

Dalam dialog tersebut, Darmawati menggambarkan bahwa penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian bersama. Masa remaja merupakan fase pencarian jati diri yang ditandai dengan rasa ingin tahu tinggi, keinginan memperoleh pengakuan dari lingkungan, serta kecenderungan mencoba hal-hal baru. Apabila kondisi tersebut tidak diimbangi dengan pengawasan keluarga, pendidikan karakter, dan lingkungan yang positif, maka risiko terpapar penyalahgunaan narkoba akan semakin besar.

Menurut Darmawati, pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat remaja. Keluarga menjadi benteng pertama dalam membangun karakter, sementara sekolah berperan memperkuat nilai-nilai kehidupan melalui pendidikan dan pembinaan yang berkelanjutan. Di sisi lain, masyarakat juga memiliki tanggung jawab menciptakan ruang yang aman bagi remaja untuk berkembang melalui kegiatan olahraga, seni, organisasi, maupun aktivitas sosial yang produktif. "Pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh BNN. Ini membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat karena membangun karakter remaja merupakan tanggung jawab bersama," ujar Darmawati.

Ia kemudian mengulas kembali materi mengenai Ketahanan Diri Remaja Anti Narkoba yang sebelumnya telah diperkenalkan dalam program tersebut. Ketahanan diri, jelasnya, merupakan kemampuan seseorang untuk bertahan dan mengambil keputusan yang benar ketika menghadapi godaan maupun tekanan yang dapat membawanya kepada perilaku negatif. Kemampuan tersebut dibangun melalui berbagai dimensi, mulai dari kesadaran diri, pengendalian emosi, kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang efektif, keterampilan memecahkan masalah, kepercayaan diri, hingga kemampuan membangun hubungan sosial yang sehat dengan keluarga dan teman sebaya.

Lebih lanjut, Darmawati menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang paling sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkoba pada remaja. Faktor pertama adalah rasa penasaran atau keinginan mencoba sesuatu yang dianggap baru. Faktor kedua ialah stres yang muncul akibat tekanan akademik, konflik keluarga, persoalan ekonomi, maupun masalah pergaulan. Sementara faktor ketiga adalah tekanan dari teman sebaya yang sering kali membuat remaja sulit menolak ajakan karena takut dikucilkan atau dianggap tidak setia kawan. "Sebagian besar remaja sebenarnya mengetahui bahaya narkoba, tetapi mereka sering kalah oleh tekanan lingkungan. Karena itu, kemampuan mengelola tekanan menjadi bagian penting dari ketahanan diri," jelasnya.

Menghadapi tekanan teman sebaya, Darmawati membagikan tujuh langkah yang dapat diterapkan oleh remaja. Pertama, mengenali sejak awal situasi atau ajakan yang berpotensi membahayakan. Kedua, berani mengatakan "tidak" secara tegas dan percaya diri. Ketiga, memberikan alasan yang jelas tanpa harus merasa bersalah. Keempat, segera meninggalkan lingkungan yang tidak sehat. Kelima, memilih teman yang memiliki kebiasaan positif dan saling mendukung. Keenam, meningkatkan rasa percaya diri melalui kegiatan yang bermanfaat sesuai minat dan bakat. Ketujuh, tidak ragu mencari bantuan kepada orang tua, guru, konselor, maupun orang dewasa yang dipercaya ketika menghadapi tekanan yang sulit diatasi sendiri.

"Remaja harus memahami bahwa keberanian mengatakan 'tidak' terhadap narkoba bukan berarti kehilangan teman, tetapi justru menunjukkan bahwa mereka memiliki prinsip dan mampu menjaga masa depannya. Teman yang baik akan menghargai keputusan tersebut, bukan memaksakan kehendaknya," tegas Darmawati. Ia menambahkan bahwa keterampilan menghadapi tekanan teman sebaya perlu terus dilatih melalui komunikasi yang terbuka di rumah maupun di sekolah sehingga remaja terbiasa mengambil keputusan yang sehat dalam berbagai situasi.

Menutup dialog, Darmawati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus memperkuat edukasi dan pengawasan terhadap generasi muda agar terhindar dari ancaman narkoba. Ia menegaskan bahwa membangun ketahanan diri merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. "Ketahanan diri adalah benteng pertama yang dimiliki setiap remaja. Ketika benteng itu kuat, mereka akan mampu menghadapi rasa penasaran, tekanan, maupun berbagai tantangan kehidupan tanpa harus memilih narkoba sebagai jalan keluar. Mari bersama-sama menjaga generasi muda Sulawesi Selatan agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat, berprestasi, dan bebas dari narkoba," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....