Pemprov Sulsel Usulkan Program Lisdes untuk Layani 32 Ribu Kepala Keluarga
- 29 Jul 2026 18:01 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong pemerataan akses energi melalui usulan Program Listrik Desa (Lisdes) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan listrik bagi sekitar 32 ribu kepala keluarga yang masih berada di wilayah terpencil, pegunungan, dan kepulauan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) Dinas ESDM Sulawesi Selatan, Andi Bayu Arif, S.E., M.Si., dalam program Dialog Interaktif Makassar Menyapa di Pro 1 RRI Makassar, Selasa (28/7/2026). Ia mengatakan usulan tersebut telah disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan kepada Menteri ESDM sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan energi.
Menurut Andi Bayu, meskipun rasio elektrifikasi Sulawesi Selatan telah mencapai lebih dari 99 persen, masih terdapat sejumlah rumah tangga yang belum menikmati layanan listrik secara optimal. Kondisi tersebut umumnya berada di kawasan yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.
"Rasio elektrifikasi kita memang sudah tinggi, tetapi masih ada masyarakat di daerah terpencil dan kepulauan yang belum memperoleh akses listrik secara memadai. Karena itu, pemerintah terus berupaya agar seluruh masyarakat dapat menikmati layanan kelistrikan," ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Sulsel mengusulkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), serta penerangan jalan umum tenaga surya di sejumlah kabupaten. Di Kabupaten Kepulauan Selayar, misalnya, diusulkan pembangunan 19 titik PLTS yang ditargetkan melayani sekitar 600 sambungan rumah.
Andi Bayu menjelaskan, pemanfaatan energi surya menjadi solusi yang lebih efektif bagi wilayah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau jaringan listrik. Selain ramah lingkungan, teknologi tersebut juga dinilai lebih efisien karena tidak memerlukan pembangunan jaringan distribusi yang panjang.
"Untuk daerah kepulauan dan pegunungan, PLTS menjadi pilihan yang paling memungkinkan. Dengan memanfaatkan energi matahari, masyarakat tetap dapat menikmati listrik tanpa harus menunggu pembangunan jaringan konvensional," jelasnya.
Ia berharap usulan penyediaan listrik bagi sekitar 32 ribu kepala keluarga, termasuk Program Bantuan Pasang Baru Listrik bagi sekitar 19 ribu kepala keluarga, dapat direalisasikan secara bertahap pada 2026 hingga 2027. Menurutnya, pemerataan akses listrik akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, mendukung digitalisasi, serta memperkuat layanan pendidikan dan kesehatan di wilayah pelosok.
Menutup dialog, Andi Bayu menegaskan bahwa penyediaan energi merupakan salah satu fondasi pembangunan daerah. "Harapan kami, seluruh masyarakat Sulawesi Selatan dapat menikmati akses listrik yang merata sehingga tidak ada lagi wilayah yang tertinggal dalam memperoleh layanan energi," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....