Pelindo Regional Empat Perkuat Budaya Antipenyuapan Bersama Stakeholder
- 29 Jul 2026 13:56 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, Makassar - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memperkuat komitmennya dalam membangun tata kelola kepelabuhanan yang bersih melalui sosialisasi Anti Penyuapan dan Anti Fraud di lingkungan Pelabuhan Makassar, Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lantai 7 Gedung Kantor Pelindo Regional 4 tersebut melibatkan para stakeholder dan pengguna jasa sebagai bagian dari upaya membangun budaya integritas dalam seluruh aktivitas pelayanan kepelabuhanan.
Mengusung tema "Membangun Budaya Integritas untuk Mewujudkan Pelayanan Kepelabuhanan yang Bersih, Transparan, dan Bebas dari Penyuapan serta Fraud", kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran seluruh pihak terhadap pentingnya pencegahan praktik penyuapan dan kecurangan.
Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, mengatakan keberhasilan penerapan tata kelola perusahaan yang baik tidak hanya bergantung pada komitmen internal, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam ekosistem kepelabuhanan. “Pelabuhan merupakan simpul penting dalam rantai logistik nasional yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, membangun budaya integritas harus menjadi komitmen bersama. Melalui sosialisasi ini kami ingin memperkuat kesamaan pemahaman bahwa pelayanan yang profesional hanya dapat terwujud apabila seluruh proses bisnis dijalankan secara bersih, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik penyuapan maupun fraud,” ujar Rinto Saiful.
Menurutnya, Pelindo Regional 4 terus memperkuat tata kelola perusahaan melalui penerapan kebijakan pengendalian gratifikasi, sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing system), serta peningkatan kesadaran seluruh insan perusahaan terhadap nilai-nilai integritas. “Komitmen tersebut juga kami perluas kepada seluruh mitra kerja dan pengguna jasa agar budaya antikorupsi benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan pelabuhan. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat dan dunia usaha terhadap layanan kepelabuhanan akan semakin meningkat,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Andi Muhammad Aswin Anas, S.H., M.H., turut menjadi narasumber dengan materi mengenai pencegahan tindak pidana penyuapan, potensi fraud dalam aktivitas bisnis, serta pentingnya membangun budaya integritas dalam organisasi. “Integritas bukan hanya menjadi kewajiban perusahaan, tetapi juga tanggung jawab setiap individu yang terlibat dalam proses pelayanan. Ketika seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai risiko hukum dan dampak penyuapan maupun fraud, maka budaya kepatuhan akan tumbuh secara alami dan menjadi benteng utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas,” jelas Andi Muhammad Aswin Anas.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Komitmen Bersama Anti Penyuapan dan Anti Fraud oleh Pelindo Regional 4 bersama stakeholder serta pengguna jasa. Langkah ini menjadi simbol sinergi bersama dalam mewujudkan pelayanan kepelabuhanan yang bersih, transparan, profesional, dan berintegritas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....