Ombak Bersahabat Aktivitas Belajar SMPN 38 Makassar Berjalan Normal
- 28 Jul 2026 10:31 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Aktivitas belajar mengajar di SMPN 38 Makassar atau tepatnya sekolah yang terletak di Pulau Kodingareng Kota Makassar ini tetap berlangsung normal. Meski dalam beberapa hari terakhir wilayah kepulauan sempat dilanda gelombang tinggi akibat kecepatan angin maksimal mencapai 25 knot.
Memasuki awal pekan, kondisi cuaca berangsur membaik. Ombak di sekitar wilayah Pulau Kodingareng juga tidak terlalu tinggi sehingga aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar, dapat berjalan seperti biasa.
Kepala SMPN 38 Makassar, Jamaludin Tahuddin, mengatakan cuaca yang bersahabat saat ini menjadi kabar baik bagi seluruh warga sekolah. Menurutnya, gelombang tinggi yang sempat terjadi beberapa hari lalu tidak sampai mengganggu aktivitas belajar siswa.
"Alhamdulillah, untuk cuaca hari ini cukup bersahabat, ombak juga tidak terlalu tinggi. Memang dua hingga tiga hari lalu ombak cukup tinggi karena angin timur, tetapi Alhamdulillah tidak mengganggu aktivitas kami karena bertepatan dengan hari libur di akhir pekan. Alhamdulillah, sekalipun ombak tinggi, siswa tetap ke sekolah seperti biasa karena anak-anak kami semuanya tinggal di pulau, sehingga mereka tetap belajar seperti biasa," ujar Jamaludin Tahuddin, Senin, 27 Juli 2026.
Ia menambahkan, kondisi geografis sekolah yang berada di wilayah kepulauan tidak menjadi hambatan bagi siswa untuk menuntut ilmu. Seluruh peserta didik yang berdomisili di pulau tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara normal, sehingga proses pendidikan di SMPN 38 Makassar tetap berjalan dengan baik.
Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Selatan mengeluarkan peringatan dini ketinggian gelombang air laut yang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Diperkirakan kondisi terjadi hingga 29 Juli 2026. Adapun sejumlah wilayah perairan di Sulawesi Selatan yang mengalami ketinggian gelombang air laut di antaranya perairan Pangkep, Makassar, Jeneponto, Bulukumba, Kepulauan Selayar, Taka Bonerate, Bone, Sinjai, dan Wajo.
Forecaster BMKG, Sri Hartati Hidayah mengatakan penyebab utama potensi gelombang tinggi tersebut dipengaruhi oleh kecepatan angin yang dapat mencapai maksimal 25 knot di wilayah perairan Sulawesi Selatan. Kondisi ini memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah kawasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....