BKPSDM Makassar Luncurkan AKSI ASN, Inovasi Berbasis AI Tingkatkan Kompetensi ASN
- 26 Jul 2026 16:39 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar meluncurkan inovasi AKSI ASN sebagai upaya memperkuat transformasi birokrasi melalui sistem pengembangan kompetensi aparatur yang lebih adaptif, terarah, dan berbasis teknologi. Kepala BKPSDM Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, mengatakan AKSI ASN merupakan proyek perubahan yang dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.
"AKSI ASN bertujuan memetakan pegawai sesuai kompetensinya, kemudian memberikan pelatihan yang memang mereka butuhkan. Program inovasi ini dapat memperbaiki kinerja ASN sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih maksimal," ujar Kamelia Thamrin Tantu, Minggu 26 Juli 2026.
Menurut perempuan yang akrab disapa Memi itu, inovasi tersebut lahir dari Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), namun tidak berhenti sebagai proyek akademik. BKPSDM memastikan AKSI ASN diimplementasikan sebagai solusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur.
Ia menjelaskan, program tersebut dirancang untuk menjawab tantangan pengembangan kompetensi lebih dari 23 ribu ASN Pemkot Makassar yang selama ini masih didominasi pola pelatihan konvensional. Melalui sistem pemetaan kompetensi, kebutuhan pelatihan dapat disusun lebih tepat sasaran sesuai karakteristik masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Harapan kami seluruh ASN dapat mengikuti pelatihan dengan mudah sehingga peningkatan kompetensi bisa berjalan lebih cepat dan merata," katanya.
Sebagai bagian dari inovasi tersebut, BKPSDM juga mengembangkan platform pembelajaran berbasis e-learning. Sistem ini memungkinkan ASN mengikuti pelatihan secara fleksibel tanpa harus selalu mengikuti kelas tatap muka sehingga lebih efisien dari sisi waktu maupun biaya.
AKSI ASN juga diintegrasikan dengan sistem manajemen talenta yang telah dimiliki Pemerintah Kota Makassar. Integrasi tersebut memungkinkan BKPSDM mengidentifikasi kebutuhan kompetensi setiap OPD, baik kompetensi teknis maupun manajerial, sehingga pelatihan yang diberikan lebih sesuai dengan kebutuhan organisasi.
"Dari manajemen talenta itu kita bisa melihat dinas mana yang membutuhkan penguatan kompetensi manajerial, dinas mana yang membutuhkan kompetensi teknis. Jadi pelatihannya tidak disamaratakan, tetapi benar-benar sesuai kebutuhan masing-masing OPD," jelasnya.
Dalam implementasinya, AKSI ASN akan diuji coba secara bertahap di sejumlah OPD sebelum diterapkan secara menyeluruh. Evaluasi berkelanjutan akan dilakukan agar sistem terus berkembang mengikuti kebutuhan organisasi.
Selain itu, BKPSDM juga memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai media promosi dan sosialisasi proyek perubahan. Delapan peserta Pelatihan Kepemimpinan dari Kota Makassar menggunakan AI untuk menyampaikan gagasan proyek perubahan secara lebih menarik dan mudah dipahami.
"AI kami gunakan agar penyampaian materi proyek perubahan lebih menarik. Ini bagian dari promosi supaya pesan yang ingin kami sampaikan bisa lebih mudah dipahami. Apalagi saat ini era digitalisasi dan Bapak Wali Kota juga menegaskan bahwa digitalisasi sudah menjadi kebutuhan di Pemerintah Kota Makassar," ujarnya.
Melalui AKSI ASN, BKPSDM berharap tercipta sistem pengembangan kompetensi ASN yang adaptif, terukur, dan berkelanjutan sehingga mampu mencetak aparatur yang profesional, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan pelayanan publik di era digital. Program ini juga diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah lain dalam mengembangkan kompetensi aparatur berbasis teknologi informasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....