Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban KLM Nurul Salsa
- 25 Jul 2026 06:56 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Kepulauan Selayar - Duka akibat tragedi tenggelamnya KLM Nurul Salsa masih menyelimuti keluarga korban. Memasuki hari kesembilan operasi pencarian, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan penyisiran di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kamis 23 Juli 2026 untuk mencari para korban yang hingga kini belum ditemukan.
Operasi pencarian terus dilakukan dengan mengerahkan personel dan sarana yang tersedia. Tim di lapangan berpacu dengan waktu serta menghadapi kondisi alam dalam upaya menemukan 15 korban yang masih dinyatakan hilang sejak insiden tenggelamnya kapal tersebut.
Di tengah berlangsungnya operasi pencarian, perkembangan terbaru juga terjadi pada data jumlah korban. Hasil verifikasi ulang terhadap manifest penumpang menunjukkan adanya perubahan jumlah korban yang sebelumnya tercatat sebanyak 78 orang menjadi 76 orang.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Andi Sultan, mengatakan perubahan tersebut dilakukan setelah proses pencocokan data penumpang dengan informasi yang diperoleh dari hasil verifikasi di lapangan.
"Jumlah korban mengalami koreksi dari 78 menjadi 76 orang. Ada dua nama yang tercatat ganda dan satu orang dipastikan tidak jadi berangkat," kata Andi Sultan.
Ia menjelaskan, pembaruan data tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar akurat. Verifikasi manifest penumpang menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan operasi pencarian sekaligus memastikan identitas seluruh penumpang yang berada di atas kapal.
Meski terjadi perubahan jumlah korban berdasarkan hasil verifikasi, kondisi di lapangan belum banyak berubah. Hingga hari kesembilan operasi pencarian, sebanyak 58 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, tiga orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 15 korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
Tim SAR Gabungan menyatakan akan terus melanjutkan upaya pencarian terhadap korban yang belum ditemukan. Operasi dilakukan dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan sehingga memberikan kepastian bagi keluarga yang hingga kini masih menunggu kabar mengenai nasib anggota keluarganya.
Setiap titik pencarian menyimpan harapan sekaligus kecemasan. Arus laut yang dinamis membuat kemungkinan korban terbawa hingga ke wilayah yang lebih jauh semakin besar.
“Strategi pencarian terus kami sesuaikan dengan kondisi lapangan dan analisis arus laut. Kami juga sangat mengandalkan informasi dari nelayan dan masyarakat pesisir,” tutupya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....