Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Dimulai dari Lingkungan Keluarga
- 24 Jul 2026 19:13 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Keluarga memiliki peran penting sebagai tempat pertama anak memperoleh perlindungan, kasih sayang, dan pendidikan. Karena itu, upaya mencegah kekerasan terhadap anak perlu dimulai dari lingkungan keluarga melalui pola pengasuhan yang menghormati hak-hak anak dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Hal tersebut disampaikan Ketua LBH APIK Sulawesi Selatan, Rosmiati Sain, dalam dialog Hari Anak Nasional di RRI Pro 1 Makassar, Kamis (23/07/2026). Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun rasa aman sekaligus membentuk karakter anak sejak usia dini.

"Banyak kasus kekerasan terhadap anak justru terjadi di lingkungan terdekat, termasuk dalam keluarga. Kondisi tersebut, dipengaruhi oleh relasi kuasa yang membuat sebagian orang dewasa merasa memiliki hak penuh untuk mengendalikan anak tanpa memperhatikan hak-hak mereka sebagai individu, " ujarnya kepada rri Kamis, 23 Juli 2026.
Ia menilai anggapan bahwa membentak, mengancam, mencubit, atau mempermalukan anak merupakan cara mendidik yang wajar perlu diubah. "tindakan-tindakan tersebut termasuk bentuk kekerasan psikis yang dapat berdampak pada kesehatan mental, rasa percaya diri, serta proses tumbuh kembang anak, "tambahnya.
Selain di lingkungan keluarga, Rosmiati mengatakan anak juga berpotensi mengalami kekerasan di sekolah maupun ruang publik. "Oleh karena itu, perlindungan anak memerlukan kerja sama seluruh pihak, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, hingga masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak, "tuturnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak. Dengan komunikasi yang baik, orang tua dapat lebih memahami karakter, kebutuhan, serta persoalan yang dihadapi anak sehingga pola pengasuhan dapat dilakukan tanpa kekerasan.
Rosmiati juga mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, termasuk kekerasan verbal, emosional, maupun penelantaran yang sering kali luput dari perhatian. Menurutnya, setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang memberikan rasa aman, perlindungan, dan penghargaan terhadap martabatnya.
Menutup dialog, Rosmiati berharap peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam memenuhi hak-hak anak. Dengan lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, dan bebas dari kekerasan, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, percaya diri, dan mampu mewujudkan masa depan yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....