Basarnas Evaluasi sementara Penutupan Operasi SAR KM Nurul Salsa

  • 24 Jul 2026 18:59 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa memasuki hari ke-10 dan direncanakan ditutup sementara pada Jumat (24/7/2026). Keputusan tersebut masih menunggu hasil evaluasi bersama seluruh unsur Tim SAR Gabungan.

Rencana penutupan sementara itu disampaikan Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, dalam konferensi pers di Kantor Biddokkes RS Bhayangkara Makassar. Muhammad Arif menjelaskan, sesuai standar operasional prosedur (SOP), operasi pencarian dilaksanakan selama tujuh hari. Namun, masa pencarian telah diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi di lapangan.

"Untuk penutupan, direncanakan sore hari ini dilakukan penutupan sementara. Sesuai SOP, batas operasi pencarian adalah tujuh hari. Namun karena sebelumnya ada perpanjangan berdasarkan hasil evaluasi tim di lapangan, hari ini kami kembali melakukan evaluasi untuk menentukan apakah operasi akan diperpanjang atau tidak," ujar Muhammad Arif di Kantor Biddokes RS Bhayangkara Polda sulsel.

Ia menegaskan, penutupan operasi SAR bukan berarti upaya pencarian terhadap korban berakhir sepenuhnya. "Ini sifatnya penutupan sementara. Apabila nanti ada laporan terkait penemuan korban, maka operasi SAR akan otomatis dibuka kembali. Bukan lagi operasi pencarian, tetapi operasi evakuasi untuk mengambil korban dan menyerahkannya kepada tim DVI," jelasnya.

Dalam proses evaluasi, Tim SAR Gabungan juga mengumpulkan berbagai informasi dari para korban yang berhasil selamat untuk menentukan lokasi pencarian yang paling berpotensi. Berdasarkan keterangan para penyintas, korban sempat bertahan di beberapa rakit setelah kapal tenggelam. Informasi tersebut menjadi salah satu acuan dalam penyusunan strategi pencarian.

Selain kesaksian korban selamat, tim juga mempertimbangkan temuan di lapangan, termasuk ditemukannya dua korban meninggal dunia di sekitar perairan Pulau Sabalana pada hari ketujuh operasi. Pada hari terakhir operasi, pencarian difokuskan di kawasan tersebut dengan mengerahkan Sea Rider milik KN SAR Pacitan dan KN SAR Kamajaya serta memperkuat koordinasi seluruh unsur SAR gabungan.

"Pada hari ini kami berfokus melakukan pencarian di wilayah tersebut dengan menggunakan Sea Rider milik KN SAR Pacitan dan KN SAR Kamajaya, serta berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan," tutup Muhammad Arif.

Basarnas memastikan setiap keputusan terkait kelanjutan operasi akan didasarkan pada hasil evaluasi bersama demi mengoptimalkan pencarian korban yang hingga kini masih belum ditemukan yang diketahui menyisahkan 14 penumpang lagi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....