Jalan Pintas Judi Online dinilai Bertentangan dengan Nilai Agama dan Budaya

  • 23 Jul 2026 19:45 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Maraknya praktik judi online menjadi ancaman serius bagi kehidupan masyarakat, terutama generasi muda. Kemudahan akses melalui gawai membuat banyak orang tergiur dengan janji keuntungan instan tanpa menyadari dampak psikologis, sosial, hingga ekonomi yang ditimbulkan. Persoalan ini menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk tokoh agama yang menilai judi online tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak nilai moral dan kehidupan bermasyarakat.

Dalam obrolan Apresiasi Budaya Lokal, pada hari Rabu, 22 Juli 2026 di Pro 4 RRI Makassar, Ust. Jumardi El-Mahady, S.H., M.H ( Ikatan Da'i Muda Indonesia), mengatakan bahwa secara psikologis judi online membentuk pola pikir instan yang bertentangan dengan ajaran agama. Islam mengajarkan bahwa rezeki diperoleh melalui ikhtiar, kerja keras, dan usaha yang halal, bukan dengan mengandalkan keberuntungan atau spekulasi yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Menurutnya, mentalitas jalan pintas yang ditawarkan judi online perlahan mengikis sikap sabar, disiplin, dan tanggung jawab. Pelaku sering kali terus mengejar kemenangan setelah mengalami kekalahan, sehingga memicu kecanduan, stres, konflik keluarga, hingga persoalan ekonomi yang semakin berat. Dampak tersebut menunjukkan bahwa keuntungan sesaat justru berujung pada kerugian yang lebih besar.

Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia

Ust. Jumardi menambahkan bahwa nilai-nilai budaya lokal di Indonesia juga mengajarkan pentingnya bekerja keras, saling menghormati, dan menjaga kehormatan keluarga. Di Sulawesi Selatan, misalnya, falsafah Siri' na Pacce mengajarkan harga diri, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai luhur tersebut menjadi benteng moral agar masyarakat tidak tergoda mencari keuntungan dengan cara-cara yang merugikan.

"Judi online menjanjikan kekayaan secara instan, tetapi sesungguhnya hanya menumbuhkan ketergantungan, merusak akhlak, dan menghancurkan masa depan. Agama mengajarkan bahwa keberkahan rezeki lahir dari usaha yang halal, kesabaran, dan kejujuran. Ketika nilai agama dipadukan dengan budaya yang menjunjung kerja keras dan kehormatan, masyarakat akan memiliki benteng yang kuat untuk menolak segala bentuk perjudian," ujar Ust. Jumardi El-Mahady.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, tokoh agama, sekolah, hingga komunitas pemuda untuk terus memberikan edukasi tentang bahaya judi online. Dengan memperkuat pendidikan agama, karakter, dan budaya lokal, diharapkan generasi muda tidak mudah tergiur oleh iming-iming kekayaan instan, melainkan tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, produktif, dan mampu meraih kesuksesan melalui usaha yang halal serta bermartabat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....