Basarnas Verifikasi Data, Korban Hilang KM Nurul Salsa Kini 15 Orang

  • 23 Jul 2026 13:44 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Selayar - Memasuki hari kesembilan, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Kamis, 23 Juli 2026. Pencarian difokuskan di wilayah Pulau Sapuka, Pulau Aloang, Pulau Sapinggan, serta pulau-pulau tidak berpenghuni di kawasan Kepulauan Sabalana.

Penentuan lokasi pencarian didasarkan pada hasil evaluasi operasi sebelumnya dan analisis pergerakan arus laut. Untuk memaksimalkan pencarian, operasi dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).

KN SAR Pacitan 102 bersama RIB Pacitan menyisir perairan Pulau Sapuka, sedangkan KN SAR Kamajaya 104 bersama RIB Kamajaya melakukan pencarian di sekitar Pulau Aloang dan Pulau Sapinggan.

Sementara itu, KLM Mattoangin, kapal Pemerintah Desa Kepulauan Sabalana, serta sejumlah kapal nelayan turut melakukan penyisiran di pulau-pulau tidak berpenghuni di sekitar Kepulauan Sabalana.

Di tengah berlangsungnya operasi, Basarnas Makassar juga memperbarui data jumlah korban setelah dilakukan verifikasi bersama keluarga korban, operator kapal, serta instansi terkait.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Andi Sultan, mengatakan hasil verifikasi menunjukkan adanya perubahan jumlah penumpang KM Nurul Salsa.

"Berdasarkan hasil verifikasi terbaru, jumlah korban KM Nurul Salsa berubah dari 78 orang menjadi 76 orang. Perubahan ini terjadi karena ditemukan dua nama yang tercatat ganda dalam data penumpang, serta satu nama yang sebelumnya masuk manifest dipastikan tidak jadi berangkat menggunakan KM Nurul Salsa," ujar Andi Sultan.

Dengan pembaruan tersebut, data terbaru menunjukkan jumlah penumpang KM Nurul Salsa sebanyak 76 orang, terdiri atas 58 orang selamat, tiga orang meninggal dunia, dan 15 orang masih dalam pencarian.

Andi Sultan menjelaskan, dua dari tiga korban meninggal dunia hingga kini belum dapat dipastikan identitasnya karena masih menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI).

"Dua korban yang ditemukan pada hari ketujuh operasi masih dalam proses identifikasi. Salah satunya ditemukan menggunakan pelampung KM Nurul Salsa, sementara satu korban lainnya berupa bagian tubuh. Selama identitas keduanya belum dipastikan, kami tetap melanjutkan pencarian terhadap 15 korban yang masih dinyatakan hilang," katanya.

Ia menambahkan, strategi pencarian akan terus disesuaikan dengan perkembangan di lapangan, termasuk memperhatikan analisis arus laut yang berpotensi membawa korban ke wilayah pencarian yang lebih luas.

"Seluruh unsur SAR gabungan tetap bekerja secara maksimal dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada. Kami juga terus berkoordinasi dengan masyarakat pesisir dan nelayan karena informasi mereka sangat membantu dalam menentukan arah operasi pencarian," tutup Andi Sultan.

Hingga hari kesembilan, operasi SAR masih terus berlangsung selama masa perpanjangan operasi dengan evaluasi harian terhadap kondisi cuaca, pergerakan arus, dan hasil penyisiran di lapangan.

Data terbaru korban KM Nurul Salsa:

Total penumpang: 76 orang

Selamat: 58 orang

Meninggal dunia: 3 orang (1 korban telah teridentifikasi atas nama Salmawati (34), sementara 2 korban masih dalam proses identifikasi Tim DVI)

Masih dalam pencarian: 15 orang

Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan berharap seluruh korban yang masih hilang dapat segera ditemukan, sembari mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan agar segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban di sekitar wilayah perairan Kepulauan Sabalana dan sekitarnya.(**)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....