Pembimas Hindu Sulsel Paparkan Strategi Hadapi Tantangan Pembinaan Umat
- 22 Jul 2026 20:08 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, I Gusti Ayu Uik Astuti, mengikuti forum Buda Sanggrahana yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI secara daring, Rabu 22 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi nasional untuk memperkuat program pembinaan umat Hindu sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di berbagai daerah.
Forum yang diikuti seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Direktorat Jenderal Bimas Hindu tersebut menjadi ajang sinkronisasi program, evaluasi pelaksanaan kegiatan, serta penyusunan strategi penguatan layanan keagamaan Hindu yang lebih efektif dan merata di seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Pembimas Hindu Sulsel memaparkan kondisi geografis Sulawesi Selatan yang memiliki wilayah cukup luas dengan karakteristik daerah yang beragam. Kondisi tersebut dinilai menghadirkan tantangan tersendiri dalam pemerataan layanan keagamaan, pembinaan umat, hingga pengawasan lembaga pendidikan Hindu di berbagai kabupaten dan kota.
Meski demikian, I Gusti Ayu Uik Astuti menilai keberagaman wilayah tersebut juga membuka peluang untuk memperluas jangkauan pelayanan melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, dan lembaga pendidikan keagamaan Hindu sehingga program pembinaan dapat menjangkau masyarakat secara lebih optimal.
Selain memaparkan kondisi wilayah, Pembimas Hindu Sulsel juga menyampaikan perkembangan 11 Widyalaya atau lembaga pendidikan keagamaan Hindu yang saat ini tersebar di Sulawesi Selatan. Paparan tersebut mencakup tata kelola kelembagaan, pembaruan dan sinkronisasi data pendidikan, hingga berbagai upaya peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan Hindu.
Penguatan Widyalaya menjadi salah satu fokus penting karena lembaga pendidikan keagamaan dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak generasi Hindu yang memiliki kompetensi akademik sekaligus pemahaman keagamaan yang kuat. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas tata kelola dan sistem pembelajaran terus menjadi perhatian pemerintah.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. I Nengah Duija, menegaskan pentingnya penerapan sistem merit sebagai fondasi dalam membangun aparatur yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan kepada umat. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan program pembinaan keagamaan di seluruh Indonesia.
Dalam arahannya, Dirjen Bimas Hindu juga mendorong seluruh satuan kerja untuk terus meningkatkan kualitas Widyalaya melalui penguatan tata kelola lembaga pendidikan serta optimalisasi pelayanan urusan agama Hindu. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana publikasi, edukasi, dan penyebarluasan informasi agar program-program pemerintah dapat lebih mudah diakses masyarakat.
Forum Buda Sanggrahana turut diwarnai dengan pemaparan perkembangan program, penyampaian berbagai masukan, serta berbagi praktik baik dari sejumlah daerah di Indonesia. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus inspirasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan umat Hindu secara berkelanjutan.
Melalui partisipasi dalam forum nasional tersebut, Pembimas Hindu Sulsel berharap sinergi antara Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan dengan Direktorat Jenderal Bimas Hindu semakin kuat. Dukungan program dari pemerintah pusat diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas pelayanan keagamaan, memperkuat pengelolaan Widyalaya, serta mendorong lahirnya pendidikan Hindu yang semakin berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....