Krisis Guru di Sekolah Kepulauan, Satu Guru di SMPN 38 Makassar Mengajar Tiga Mapel
- 19 Jul 2026 09:39 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kekurangan tenaga pendidik masih menjadi persoalan yang dihadapi sejumlah sekolah di wilayah kepulauan Kota Makassar. Kondisi tersebut menyebabkan proses belajar mengajar untuk beberapa mata pelajaran belum berjalan secara optimal karena keterbatasan guru sesuai bidang keahlian.
Kepala SMPN 38 Makassar, Jamaludin Tahuddin, mengatakan pemerintah perlu menjadikan distribusi guru dan tenaga kependidikan ke sekolah-sekolah di wilayah pulau sebagai salah satu prioritas utama. Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat sejumlah mata pelajaran yang belum memiliki guru.
"Distribusi guru dan tenaga kependidikan di pulau sebaiknya ditambah dan menjadi prioritas utama. Saat ini beberapa mata pelajaran kami masih kesulitan mendapatkan guru karena memang tidak tersedia, seperti guru Bimbingan Konseling (BK) dan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Begitu pula di beberapa pulau lainnya, masih ada mata pelajaran yang belum memiliki guru. Kami berharap Pemerintah Kota Makassar dapat mendistribusikan guru-guru yang ada di sekolah perkotaan yang kelebihan tenaga pendidik ke sekolah-sekolah di pulau," ujar Jamaludin, Minggu, 19 Juli 2026.
Akibat kekurangan guru tersebut, sejumlah kelas terkadang tidak mendapatkan pembelajaran dari guru yang sesuai dengan bidangnya. Kondisi ini berdampak pada efektivitas proses belajar mengajar di sekolah.
Jamaludin menjelaskan kosongnya pembelajaran di beberapa kelas salah satunya dipicu oleh tidak tersedianya guru pada mata pelajaran tertentu. Karena itu, sekolah terpaksa melakukan penyesuaian agar kegiatan belajar tetap berjalan.
"Kosongnya kelas menjadi salah satu dampak karena kemungkinan besar tidak ada gurunya. Bahkan ada beberapa mata pelajaran, seperti PJOK, yang akhirnya diajar oleh guru IPS. Ada juga satu guru yang harus memegang tiga mata pelajaran sekaligus. Di SMPN 38 sendiri ada satu guru mata pelajaran yang mengajar tiga mata pelajaran karena keterbatasan tenaga pendidik," katanya.
Ia mengungkapkan kondisi tersebut bukanlah solusi ideal, sebab guru harus mengajar di luar bidang kompetensinya demi memastikan peserta didik tetap mendapatkan layanan pendidikan.
Menurutnya, mata pelajaran yang hingga kini belum memiliki guru di SMPN 38 Makassar meliputi Bimbingan Konseling (BK), Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), serta muatan lokal. Kekosongan tenaga pendidik tersebut telah berlangsung cukup lama.
Ia berharap Pemerintah Kota Makassar segera mengambil langkah konkret untuk melakukan pemerataan distribusi guru, terutama dengan menempatkan tenaga pendidik sesuai kebutuhan sekolah di wilayah kepulauan sehingga kualitas pembelajaran dapat berjalan lebih optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....