Gas Metana Jadi Ancaman, Damkar Maros Lakukan Langkah Antisipasi di TPA
- 15 Jul 2026 11:01 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Memasuki musim kemarau dengan suhu udara yang semakin tinggi, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Maros meningkatkan langkah antisipasi untuk mencegah kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bontoramba di Kecamatan Mandai Kabupaten Maros. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyiraman rutin pada tumpukan sampah guna menekan potensi munculnya titik api dan mengurangi akumulasi gas metana.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Informasi dan Pengolahan Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros, M. Ilham Halimsyah, mengatakan personel Damkar secara berkala membantu Dinas Lingkungan Hidup melakukan penyiraman di area TPA sebagai langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem. "Tim Damkar Maros sebenarnya sudah rutin melakukan penyiraman di lokasi Tempat Pemrosesan Akhir sampah. Kami membantu Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan penyiraman agar dapat mengurangi gas metana sekaligus mencegah terjadinya kebakaran akibat cuaca panas yang sedang berlangsung," ujarnya, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut Ilham, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan agar peristiwa kebakaran besar yang pernah terjadi di TPA pada tahun 2024 tidak kembali terulang. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bahwa penanganan harus dilakukan sebelum muncul titik api. Ia menjelaskan, suhu tinggi pada musim kemarau mempercepat proses pembusukan sampah organik yang menghasilkan gas metana. Jika gas tersebut terakumulasi dan dipicu oleh panas atau sumber api, potensi kebakaran bahkan ledakan kecil dapat meningkat.
Selain memicu kebakaran, gas metana yang keluar dari tumpukan sampah juga dapat menimbulkan kepulan asap yang mengganggu kualitas udara. Dalam kondisi tertentu, asap tersebut berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan karena lokasi TPA Maros berada tidak jauh dari jalur penerbangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. "Karena cuaca panas, gas metana dari tumpukan sampah lebih cepat menguap. Hal itu bisa menimbulkan asap yang bukan hanya mengganggu masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu proses penerbangan. Karena itu, kami melakukan langkah antisipasi melalui penyiraman secara rutin," jelasnya.
Selain penguatan pengawasan di kawasan TPA, Damkar Maros juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara terbuka selama musim kemarau. Imbauan tersebut sejalan dengan edaran Bupati Maros yang melarang pembakaran sampah karena berisiko memicu kebakaran lahan maupun permukiman.
Ilham mengajak masyarakat mengelola sampah dengan cara yang lebih aman, seperti memanfaatkan layanan pengangkutan sampah yang tersedia atau mengolah sampah organik menjadi kompos, sehingga tidak perlu lagi membakarnya. "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah, terutama saat cuaca panas seperti sekarang. Api yang terlihat kecil bisa dengan cepat merambat dan memicu kebakaran yang lebih besar. Pencegahan merupakan langkah terbaik agar tidak terjadi bencana yang merugikan masyarakat," tegasnya.
Damkar Maros memastikan akan terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan selama musim kemarau. Langkah ini diharapkan mampu menekan risiko kebakaran di kawasan TPA sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....