Cara Bijak Membangun Kemandirian Anak di Sekolah Baru

  • 13 Jul 2026 12:44 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Momen perpisahan antara orang tua dan anak di depan kelas sering menjadi tantangan besar di hari-hari awal sekolah. Banyak orang tua yang merasa bingung menentukan batasan kapan harus menemani dan kapan harus membiarkan anak mandiri agar tidak terjadi "drama" tangisan.

Dosen Fakultas Psikologi UNM, Novita Maulidya Jalal dalam Program Pengarusutamaan Gender pada Senin 13 Juli 2026 menyarankan pendekatan yang bertahap dan konsisten. Menurutnya, pihak sekolah biasanya memberikan toleransi bagi orang tua untuk menemani anak di awal masa sekolah, namun hal itu harus dilakukan dengan manajemen perpisahan yang baik.

“Tidak ada sekolah yang langsung memisahkan, biasanya orang tua memang diberikan kesempatan semingguan oleh pihak sekolah untuk tetap menemani anak, tetapi dengan catatan biasanya di depan pintu. Jadi, kita bisa menyampaikan kepada anak bahwa ibu/ bapak akan mengantarkan nanti sampai di pintu ya, tapi kamu ingat ibu masih ada di pintu meskipun nanti kakak atau adek itu di dalam kelas,” jelas Novi – sapaan akrabnya.

Novi menjelaskan bahwa teknik tersebut dapat memberikan rasa aman. Janji yang diberikan orang tua kepada anak harus ditepati agar kepercayaan anak terbangun.

Ketidaktepatan orang tua dalam menepati janji sering kali menjadi penyebab utama anak menjadi sulit untuk lepas. Jika anak merasa ragu, maka kecemasan akan muncul, sehingga orang tua dituntut untuk selalu konsisten dengan apa yang dikatakan kepada buah hatinya.

Proses pemisahan, lanjut Novita, harus dilakukan secara perlahan dalam jangka waktu beberapa minggu. Orang tua dapat mulai menjauh secara bertahap, misalnya dari yang tadinya di dalam kelas menjadi di depan pintu, kemudian di luar sekolah, hingga akhirnya anak berani untuk ditinggal sepenuhnya.

Selain itu, membangun kedekatan antara anak dengan guru atau teman baru adalah langkah strategis agar anak memiliki sosok pengganti yang membuatnya merasa nyaman. Hal ini akan mengurangi ketergantungan anak kepada orang tua secara alami seiring dengan berjalannya waktu.

“Karena sebenarnya, kenyamanan itu lambat laun ketergantungannya akan berkurang. Ketika dia sudah mengenali teman ataupun gurunya, dia nyaman dan sebisa mungkin ketika anak sudah bisa bergaul, orang tua juga percaya sama anaknya. Berikan kesempatan kepada mereka untuk mandiri,” jelas Novi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....