Sulsel Masuk 10 Besar Kasus Narkoba, Makassar Terbanyak
- 11 Jul 2026 17:37 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Sulawesi Selatan masuk sepuluh besar daerah dengan kasus narkoba tertinggi di Indonesia. Kota Makassar menjadi penyumbang kasus rehabilitasi terbanyak di provinsi ini.
Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNN, Uswatun Hasanah, SKM, menjelaskan kondisi ini dalam program Indonesia Sehat RRI Pro 1 Makassar, Jumat 10 Juli 2026. "Untuk permasalahan narkotika saat ini, Indonesia berada dalam kondisi darurat narkoba, karena Indonesia tetap menjadi pangsa pasar peredaran gelap narkoba," ujar Uswatun.
Ia menambahkan Sulawesi Selatan turut masuk dalam kategori wilayah dengan penyalahguna narkoba tertinggi secara nasional. Status ini menjadi perhatian khusus BNN dalam menyusun program pencegahan.
Data rehabilitasi BNN menunjukkan Kota Makassar menempati posisi teratas. Klien yang melapor maupun dilaporkan paling banyak berasal dari wilayah ini.
Daerah lain seperti Pare-Pare, Gowa, dan Maros juga tercatat memiliki kasus. Namun jumlahnya masih di bawah Makassar.
Uswatun menyebut lokasi kantor BNN yang berada di Makassar turut memengaruhi angka tersebut karena akses layanan lebih mudah dijangkau masyarakat.
Tingginya angka rehabilitasi disebut bukan semata kabar buruk. "Masih ada beberapa paradigma masyarakat yang menyatakan penyalahgunaan narkoba ini aib yang harus ditutupi, padahal orang yang menyalahgunakan narkoba sesungguhnya adalah pasien yang membutuhkan pertolongan dengan cara direhabilitasi," kata Uswatun.
BNN sendiri baru menjangkau empat kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, yaitu Bone, Tana Toraja, Wajo, dan Palopo. Dua puluh kabupaten/kota lainnya belum tersentuh layanan langsung BNN.
Keterbatasan ini membuat kolaborasi dengan pihak lain menjadi penting. "Kalau BNN yang harus bekerja sendiri tentu tidak mampu," tegas Uswatun.
Fakta turut mencatat delapan puluh persen penyelundupan narkoba ke Indonesia masuk melalui jalur laut. Kondisi geografis Sulawesi Selatan dengan banyak pintu masuk laut dan udara menambah tantangan pengawasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....