Menjelang Pemilu 2029, Bawaslu RI Tekankan Penguatan SDM, Integritas, dan Inovasi

  • 10 Jul 2026 21:45 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) tidak ingin menunggu tahapan Pemilu 2029 dimulai untuk berbenah. Penguatan sumber daya manusia (SDM), budaya organisasi, hingga transformasi kelembagaan menjadi fokus utama agar pengawasan pemilu semakin profesional, adaptif, dan dipercaya masyarakat.

Pesan itu disampaikan Anggota Bawaslu RI Koordinator Divisi SDM dan Organisasi, Herwyn JH Malonda, saat memberikan arahan strategis kepada jajaran Bawaslu Kabupaten Maros di Kantor Bawaslu Maros, Kamis 9 Juli 2026. Dalam arahannya, Herwyn menegaskan bahwa tantangan demokrasi terus berkembang seiring kemajuan teknologi, perubahan pola komunikasi publik, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil.

Karena itu, pengawas pemilu dituntut tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan tersebut. "Pengawas pemilu bukan hanya pembaca pasal, tetapi juga penjaga demokrasi, pembelajar sepanjang hayat, dan pelayan masyarakat," tegas Herwyn.

Menurutnya, Bawaslu memiliki visi menjadi lembaga pengawas pemilu yang terpercaya dalam mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang demokratis, bermartabat, dan berkualitas. Visi tersebut harus diwujudkan melalui empat karakter utama, yakni terpercaya, profesional, berintegritas, dan berkinerja tinggi.

Herwyn menilai kepercayaan publik merupakan modal terbesar yang harus dijaga oleh seluruh jajaran Bawaslu. Untuk itu, setiap pengawas pemilu wajib berpegang pada prinsip independen, imparsial, akuntabel, transparan, dan partisipatif dalam menjalankan tugas pengawasan.

Ia mengingatkan bahwa kualitas pengawasan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyelesaikan pelanggaran, tetapi juga oleh kemampuan melakukan pencegahan sejak dini melalui pemetaan kerawanan, analisis risiko, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dalam kesempatan tersebut, Herwyn memaparkan tujuh arah strategis penguatan kelembagaan Bawaslu.

Mulai dari membangun budaya integritas, menjadikan Bawaslu sebagai organisasi pembelajar (learning organization), memperkuat kualitas pencegahan, meningkatkan sinergi lintas lembaga, membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam pengawasan, hingga mulai mempersiapkan penyelenggaraan Pemilu 2029 dari sekarang. Menurut Herwyn, transformasi kelembagaan tidak cukup hanya dilakukan melalui perubahan struktur organisasi.

Penguatan harus menyentuh kualitas SDM, sistem kerja, tata kelola data dan informasi, budaya organisasi, serta peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Bawaslu. Ia juga mendorong seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Maros untuk menjadikan setiap pengalaman dalam melakukan pengawasan sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran.

Dengan demikian, setiap tantangan yang dihadapi dapat melahirkan inovasi baru untuk meningkatkan kualitas pengawasan pemilu di masa mendatang. Herwyn menegaskan bahwa proses menuju Pemilu dan Pemilihan 2029 sejatinya telah dimulai hari ini.

Karena itu, peningkatan kompetensi aparatur, penguatan integritas, pembenahan sistem kerja, dan inovasi harus dilakukan secara berkelanjutan. "Pemilu 2029 dimulai hari ini. Dimulai dari komitmen kita untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan menjaga integritas setiap hari. SDM pengawas pemilu adalah jantung keadilan demokrasi," ujarnya.

Arahan tersebut menjadi penguatan bagi jajaran Bawaslu Kabupaten Maros untuk terus membangun organisasi yang lebih modern, profesional, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Dengan penguatan SDM dan transformasi kelembagaan, Bawaslu diharapkan mampu menjaga kualitas demokrasi sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses pengawasan pemilu di masa mendatang.

Tags:

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....