Era Baru Unhas, Fokus pada AI, Riset Global, dan Hilirisasi Inovasi
- 07 Jul 2026 22:07 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi memasuki babak baru transformasi kelembagaan setelah melantik 21 pejabat baru di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa (7/7/2026). Langkah ini menjadi bagian dari penguatan tata kelola universitas sekaligus menegaskan komitmen menghadirkan kecerdasan artifisial sebagai salah satu fondasi pengembangan kampus pada periode kepemimpinan terbaru.
Restrukturisasi organisasi dilakukan sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing Unhas di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan lanskap pendidikan tinggi. Salah satu perubahan paling mencolok adalah bertambahnya jumlah wakil rektor dari empat menjadi lima sebagai bentuk perluasan mandat universitas dalam menjawab tantangan yang semakin kompleks.
Tidak hanya melakukan penyegaran struktur organisasi, Unhas juga membentuk sejumlah unit strategis baru untuk mempercepat transformasi akademik. Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial serta Executive Global Research Institute diproyeksikan menjadi pusat pengembangan riset, inovasi, dan kolaborasi internasional yang lebih kompetitif.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., mengatakan pembentukan lembaga yang berfokus pada transformasi digital dan kecerdasan artifisial merupakan langkah strategis untuk memastikan kampus mampu mengikuti bahkan memimpin perubahan. "Teknologi ini akan membentuk cara kita belajar, bekerja, melakukan riset, hingga melayani masyarakat. Karena itu, Unhas harus menjadi pemain sekaligus pencipta tren, bukan sekadar mengikuti perkembangan," ujar Prof. JJ. Selasa, 7 Juli 2026.
Menurut Prof. JJ, perkembangan kecerdasan artifisial telah menyentuh hampir seluruh sektor kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, industri, hingga pelayanan publik. Kondisi tersebut menuntut perguruan tinggi untuk membangun ekosistem yang adaptif agar mampu melahirkan sumber daya manusia yang siap menghadapi era digital.
Melalui transformasi kelembagaan ini, Unhas menargetkan integrasi kecerdasan artifisial dalam berbagai aspek penyelenggaraan perguruan tinggi, mulai dari proses pembelajaran, penelitian, tata kelola, hingga layanan akademik. Upaya tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan kampus yang lebih modern, efisien, serta berbasis inovasi dan teknologi.
Selain memperkuat digitalisasi, Unhas juga ingin memastikan setiap hasil riset memiliki dampak nyata bagi masyarakat. "Hasil riset harus sampai ke hilir. Inovasi yang kita lahirkan harus berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjawab persoalan nyata yang dihadapi bangsa," tegas Prof. JJ.
Untuk mendukung agenda besar tersebut, universitas turut memperkuat fungsi Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian serta Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha. Melalui kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah, industri, dunia usaha, alumni, dan mitra internasional, Unhas optimistis pemanfaatan kecerdasan artifisial, penguatan riset global, dan hilirisasi inovasi akan semakin memperkokoh perannya sebagai perguruan tinggi yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....