Porang Sidrap Jadi Rujukan, Universiti Malaysia Lakukan Studi

  • 06 Jul 2026 19:58 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Sidrap – Keberhasilan pengembangan porang di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kini mulai mendapat perhatian di tingkat internasional. Universiti Teknologi Malaysia (UTM) melakukan kunjungan resmi ke Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk mempelajari model pengembangan industri serta rantai pasok porang yang dinilai berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Delegasi UTM diterima langsung Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, di Ruang Kerja Bupati, Kompleks SKPD Sidrap, Senin 6 Juli 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari studi akademik yang hasilnya akan dijadikan referensi dalam pengembangan industri porang di Malaysia yang kini mulai menunjukkan prospek menjanjikan.

Delegasi yang hadir terdiri atas Dr. Adriana Mohd Rizal dari Azman Hashim International Business School (UTM-AHIBS), Dr. Raihana Binti Ridzuan dari Faculty of Science UTM, Aizuddin Daut, serta Dr. Musli Sahimi dari UTM-AHIBS. Pertemuan itu juga dihadiri Wakil Dekan Unhas Bidang Kemitraan, Riset, dan Inovasi, Prof. Ir. Rinaldi Sjahril, M.Agr., Ph.D., bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Sidrap.

Dalam pemaparannya, Syaharuddin Alrif menjelaskan perjalanan panjang pengembangan porang di Sidrap, mulai dari tahap perkenalan kepada petani hingga menjadi salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. "Pemerintah daerah terus mendorong penguatan sektor budidaya, pengolahan, dan pemasaran agar komoditas tersebut mampu memberikan nilai tambah bagi petani dan perekonomian daerah," ujar Syaharuddin, dalam keterangan resminya.

Menurut Syaharuddin, peningkatan permintaan pasar terhadap porang, baik di tingkat nasional maupun internasional, membuka peluang besar bagi daerah untuk memperkuat sektor agribisnis. Ia menegaskan pemerintah daerah terus menghadirkan berbagai program pendampingan agar produktivitas petani meningkat seiring berkembangnya kebutuhan industri berbasis porang.

Selama sesi diskusi, delegasi UTM menggali berbagai aspek pengembangan porang di Sidrap, mulai dari kebijakan pemerintah daerah, regulasi, sistem rantai pasok, hingga peluang investasi. Mereka juga membahas kondisi harga, keuntungan usaha, akses pasar, serta strategi menjaga daya saing komoditas tersebut di tengah meningkatnya permintaan global.

Tak hanya aspek ekonomi, pembahasan juga mencakup teknologi budidaya dan pengolahan porang, sertifikasi produk, standar mutu, perizinan, hingga upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Delegasi UTM menilai pengalaman Sidrap menjadi contoh menarik mengenai bagaimana kolaborasi pemerintah, petani, dan pelaku usaha mampu membangun ekosistem komoditas yang berkelanjutan.

Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap terjalin kerja sama yang lebih luas dengan Universiti Teknologi Malaysia dalam bidang riset, inovasi, dan pengembangan industri porang. Syaharuddin optimistis kolaborasi tersebut akan semakin memperkuat posisi Sidrap sebagai salah satu daerah rujukan pengembangan porang di Indonesia sekaligus menjadi model yang dapat diadopsi oleh negara lain. "Kami berharap pengalaman Sidrap dapat memberikan manfaat lebih luas melalui kerja sama internasional yang mendukung kemajuan sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat," tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....