Makassar Jadi Kota Rujukan, PMI Hadapi Permintaan Darah hingga 300 Kantong Perhari

  • 13 Jun 2026 10:57 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Tingginya kebutuhan darah di Kota Makassar menjadi tantangan tersendiri bagi Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Makassar. Sebagai kota rujukan layanan kesehatan di kawasan Sulawesi Selatan, permintaan darah terus meningkat setiap harinya seiring banyaknya pasien dari berbagai daerah yang menjalani perawatan di Makassar.

Wakil Kepala UTD PMI Makassar, Khudri Arsyad, mengatakan idealnya PMI Makassar memiliki ketersediaan stok harian sekitar 2.500 kantong darah. Namun, saat ini jumlah stok yang tersedia masih berada di kisaran 300 kantong.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak disebabkan oleh berkurangnya jumlah pendonor, melainkan meningkatnya kebutuhan darah dari rumah sakit. Karena itu, PMI terus berupaya mengoptimalkan stok darah harian melalui penguatan jaringan relawan dan komunitas donor. “Per hari ini idealnya PMI memiliki stok harian sekitar 2.500 kantong, tetapi yang tersedia sekitar 300 kantong. Bukan karena pendonor kurang, melainkan karena tingkat permintaan darah yang terus meningkat,” kata Khudri, Sabtu, 13 Juni 2026.

Ia menjelaskan rata-rata permintaan darah yang masuk ke PMI Makassar mencapai 250 hingga 300 kantong setiap 24 jam. Bahkan dalam beberapa kasus, seorang pasien dapat membutuhkan enam hingga sepuluh kantong darah untuk menunjang proses pengobatan.

Sebagai kota rujukan, PMI Makassar juga melayani kebutuhan darah pasien yang berasal dari luar daerah. Karena itu, kebutuhan darah yang harus dipenuhi jauh lebih besar dibandingkan hanya melayani warga Kota Makassar. “Makassar menjadi kota rujukan pasien. Tidak mungkin pasien dari Parepare diminta kembali mengambil darah di daerah asalnya. Ketika dirawat di Makassar, maka kebutuhan darahnya juga harus kami layani di Makassar,” ujarnya.

Khudri menambahkan semangat kerelawanan menjadi kekuatan utama dalam gerakan donor darah. Banyak relawan yang meskipun belum bisa mendonorkan darahnya saat itu, tetap membantu dengan mencarikan pendonor lain. Menurutnya, lebih dari 60 persen pendonor kini memaknai donor darah bukan sekadar aspek kesehatan, tetapi sebagai ruang untuk membantu sesama manusia yang membutuhkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....