MWA Unhas Buka Peluang Besar di Samarinda, Proyek Strategis Ini Jadi Sorotan
- 03 Jul 2026 12:13 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas mulai membuka babak baru kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kota Samarinda melalui audiensi yang berlangsung di Balai Kota Samarinda. Pertemuan MWA Unhas ini menjadi langkah awal membangun sinergi lintas sektor yang diyakini mampu memberi dampak langsung bagi pembangunan daerah, khususnya di wilayah penyangga IKN.
Audiensi yang dipimpin Ketua MWA Unhas, Prof. Andi Alimuddin Unde, membahas sejumlah peluang kerja sama strategis mulai dari pendidikan, kesehatan, pengelolaan sampah, industri maritim, hingga ketahanan pangan. “Kami datang bukan sekadar bersilaturahmi, tetapi membawa semangat kolaborasi yang konkret,” ujar Prof. Andi Alimuddin, dilansir dari keterangan resminya, Jumat 3 Juli 2026.
Dalam pertemuan itu, Wali Kota Samarinda, Dr. Andi Harun, menyambut langsung rombongan MWA Unhas dan menyampaikan ketertarikannya terhadap berbagai inovasi yang ditawarkan kampus. Menurutnya, keberadaan Samarinda sebagai kota penyangga IKN membutuhkan dukungan riset dan inovasi yang kuat agar pembangunan berjalan lebih efektif.
Ketua MWA Unhas menjelaskan, status Universitas Hasanuddin sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) memberi ruang lebih luas untuk bergerak cepat dalam membangun kemitraan strategis. “Dengan otonomi yang kami miliki, MWA Unhas bisa lebih fleksibel menjalin kerja sama yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, paradigma perguruan tinggi saat ini tidak lagi hanya fokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus hadir sebagai bagian dari solusi pembangunan daerah. “Ketika sumber daya pemerintah daerah dipadukan dengan kekuatan akademik kampus, maka lahirlah solusi nyata yang bisa diimplementasikan,” tambahnya.
Salah satu isu yang paling menarik perhatian dalam audiensi MWA Unhas itu adalah pengembangan armada pengangkut sampah berbasis listrik. Andi Harun menyebut inovasi kendaraan listrik yang dipresentasikan Unhas sangat relevan untuk mendukung efisiensi pengelolaan sampah sekaligus memperkuat agenda energi bersih di Samarinda.
“Kalau armada sampah listrik ini bisa direalisasikan, tentu akan sangat membantu operasional pemerintah dan menjadi solusi modern yang aplikatif,” kata Andi Harun. Ia bahkan mendorong agar pembahasan teknis segera dilakukan agar kerja sama ini tidak berhenti di tahap wacana.
Selain kendaraan listrik, MWA Unhas juga menawarkan konsep Smart City Incinerator yang dikembangkan melalui jejaring internasional. Teknologi ini dinilai berpotensi membantu Samarinda dalam mengurangi beban sampah perkotaan sekaligus menghasilkan nilai tambah melalui energi terbarukan.
Tak hanya sektor lingkungan, MWA Unhas juga membawa sejumlah hasil riset siap pakai seperti varietas jagung unggul, pengembangan peternakan, teknologi galangan kapal, hingga pengolahan air baku. “Banyak riset yang selama ini hanya berhenti di meja akademik, sekarang saatnya kita dorong hilirisasi agar bisa dirasakan masyarakat,” tegas Andi Harun.
Menurut MWA Unhas, kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana kampus dan pemerintah daerah bisa berjalan beriringan untuk menjawab tantangan pembangunan masa depan. Dengan posisi strategis Samarinda yang semakin penting sebagai daerah penyangga IKN, kerja sama ini dinilai bisa menjadi model nasional bagi sinergi kampus dan pemerintah.
Sebagai tindak lanjut, MWA Unhas dan Pemkot Samarinda sepakat segera menyiapkan Nota Kesepahaman (MoU) yang akan menjadi payung kerja sama berbagai sektor strategis. “Yang paling penting bukan hanya penandatanganan, tetapi bagaimana implementasinya benar-benar berjalan dan memberi manfaat nyata,” tutup Prof. Andi Alimuddin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....