Prinsip Samma Jivita Jadi Landasan Membangun Bisnis Berkelanjutan

  • 01 Jul 2026 21:01 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Keberhasilan dalam dunia usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya keuntungan, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, pengembangan diri, dan etika dalam menjalankan usaha. Dalam ajaran Buddha, nilai tersebut dikenal sebagai Samma Jivita, yang mengajarkan pentingnya menjalani kehidupan dan usaha dengan cara yang benar.

Ketua Permabudhi Sulawesi Selatan, Dr. Yonggris Lao, MM., menyampaikan hal tersebut dalam program Mimbar Agama Buddha membahas Dhamma Dalam Bisnis (Bagian 3) pada Rabu (30/06/2026). Menurutnya, pertumbuhan bisnis tidak hanya diukur dari besarnya omzet, tetapi juga dari peningkatan laba, penghasilan, serta perkembangan skala usaha.

Dr. Yonggris Lao, MM., dalam program Mimbar Agama Buddha pada Rabu (30/06/2026).

"Bisnis yang sehat itu bukan hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga mengalami pertumbuhan. Misalnya labanya bertambah, penghasilannya meningkat, atau usahanya berkembang," ujarnya.

Yonggris menjelaskan, terdapat tiga aspek yang perlu dimiliki setiap pelaku usaha, yakni keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge), dan sikap (attitude). Ketiga aspek tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika dan tantangan dunia usaha.

Selain itu, ia menilai kemampuan mengelola emosi juga menjadi faktor yang tidak kalah penting dalam membangun bisnis yang sehat. Menurutnya, berbagai persoalan dalam dunia usaha sering kali muncul karena pelaku usaha tidak mampu mengendalikan amarah, iri hati, maupun emosi negatif lainnya.

"Kalau kita sudah bertengkar dengan orang, tidak ada untungnya. Karena itu kita perlu memiliki kemampuan mengelola emosi agar hubungan baik tetap terjaga," katanya.

Yonggris berharap prinsip Samma Jivita dapat menjadi pedoman bagi para pelaku usaha untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga integritas, serta mengembangkan usaha yang tidak hanya memberikan keuntungan, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....