BKKBN Sulsel Tekankan Kolaborasi Pentahelix dalam Pembangunan Keluarga
- 01 Jul 2026 08:17 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan, Fatmawati, menegaskan keberhasilan program pembangunan keluarga tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kebijakan yang telah disiapkan pemerintah, tetapi juga sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, berbagai regulasi dan program yang telah disusun tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
"Tentunya kalau kita melihat kebijakan pemerintah yang ada sudah sangat banyak. Yang harus kita harapkan adalah heliks masyarakat ikut berperan dan berpartisipasi. Ketika heliks masyarakat ini tidak berperan atau bersikap apatis serta menganggap program itu hanya sebatas normatif saja, tentu akan memengaruhi keberhasilan sebuah program," ujar Fatmawati, Rabu 1 Juli 2026.
Fatmawati mengatakan pemerintah telah menghadirkan berbagai kebijakan untuk mendukung pembangunan keluarga. Namun, implementasi kebijakan tersebut memerlukan partisipasi nyata dari masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan pembangunan keluarga harus dilakukan melalui pendekatan pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, media massa, dan masyarakat. Dari kelima unsur tersebut, masyarakat memegang peran yang paling penting karena menjadi pihak yang secara langsung menjalankan berbagai program yang telah dirancang.
Menurut Fatmawati, meskipun pemerintah, swasta, akademisi, dan media telah menjalankan perannya dengan baik, program tetap tidak akan berjalan optimal apabila masyarakat tidak ikut terlibat secara aktif. "Ketika kita semua berperan aktif tetapi heliks masyarakat dalam artian apatis atau hanya mengikuti program sekadarnya, maka program itu hanya sebatas dokumen saja, tetapi tidak terlaksana dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Lebih lanjut, ia mengakui tantangan terbesar saat ini adalah mengubah pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap pembangunan keluarga. Proses tersebut membutuhkan waktu karena perubahan pola pikir dari yang biasa-biasa saja menjadi lebih maju tidak dapat dilakukan secara instan. Oleh sebab itu, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga terus melakukan berbagai intervensi melalui program yang menyasar seluruh siklus kehidupan, mulai dari remaja, balita, hingga lanjut usia.
Fatmawati menegaskan keluarga merupakan fondasi utama dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, apabila setiap keluarga mampu menjalankan fungsi dan perannya dengan baik, maka dampak positifnya akan dirasakan hingga ke lingkungan masyarakat. Karena itu, BKKBN Sulawesi Selatan terus mendorong agar pembangunan keluarga dapat terlaksana secara optimal di seluruh wilayah Sulawesi Selatan sebagai langkah mewujudkan masyarakat yang lebih berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....