B50 Dukung Ketahanan Energi, Pengamat: Tak Otomatis Atasi Antrean Solar di SPBU
- 29 Jun 2026 22:39 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Program mandatori biodiesel B50 dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, kebijakan tersebut tidak serta-merta menjadi solusi untuk mengatasi antrean pembelian solar yang masih terjadi di sejumlah SPBU. Program B50 sendiri mulai diterapkan secara nasional pada 1 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.
Pengamat Energi dari Universitas Muslim Indonesia Dr. Ir. Syarifuddin Nojeng, Senin 29 Juni 2026 mengatakan persoalan antrean solar lebih dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan BBM di lapangan, bukan oleh jenis campuran bahan bakar yang digunakan. "Masalah pasokan BBM di SPBU bukan persoalan B50 atau program itu sendiri. Kendalanya adalah ketersediaan BBM diesel. Apakah dipasok dalam bentuk B50 atau bukan, persoalannya tetap pada pasokan," ujarnya kepada RRI. Senin, 29 Juni 2026.
Menurutnya, program B50 merupakan kebijakan yang patut didukung karena bertujuan mendorong kemandirian energi nasional, terutama dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor solar. Ia menjelaskan, melalui pencampuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50 persen solar, pemerintah berharap kebutuhan solar dapat dipenuhi dari sumber energi dalam negeri.
"Tujuan pemerintah meluncurkan program B50 adalah mengurangi ketergantungan terhadap solar impor. Harapannya seluruh kebutuhan dapat dipenuhi dari dalam negeri melalui pencampuran biodiesel dan solar," katanya.
Syarifuddin menilai B50 bukan sekadar solusi transisi, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang menuju ketahanan energi nasional. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengembangan energi alternatif harus tetap diiringi dengan diversifikasi dan konservasi energi.
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan B50. Diversifikasi energi harus terus dilakukan karena produksi minyak bumi semakin terbatas, sementara kebutuhan energi terus meningkat," ujarnya.
Terkait kesiapan industri biodiesel nasional, ia optimistis dari sisi kapasitas produksi. Menurutnya, kesiapan kilang dan industri pengolahan menjadi faktor penting agar implementasi B50 berjalan optimal dan mampu memenuhi kebutuhan energi domestik secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....