BKKBN Sulsel : Peran Ayah Jadi Faktor Penting dalam Upaya Pencegahan Stunting

  • 29 Jun 2026 14:23 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan, Fatmawati, menegaskan penyebab keluarga berisiko stunting tidak hanya dipengaruhi oleh persoalan asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi berbagai faktor lain yang saling berkaitan. Menurutnya, terdapat faktor sensitif dan faktor spesifik yang sama-sama berkontribusi terhadap tumbuh kembang anak.

Fatmawati menjelaskan, faktor spesifik berkaitan dengan penyebab langsung yang memengaruhi kondisi stunting. Di antaranya adalah pemberian makanan sehat, seimbang, bergizi, serta pemberian makanan tambahan kepada anak sesuai kebutuhan.

Sementara itu, faktor sensitif mencakup berbagai aspek yang berada di luar pemenuhan gizi secara langsung. Salah satu faktor yang dinilai memiliki pengaruh besar adalah keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan dan tumbuh kembang anak.

Menurut Fatmawati, kehadiran ayah dalam keluarga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak secara optimal. Kondisi ayah yang tidak bekerja maupun tidak hadir dalam pengasuhan dinilai dapat menjadi salah satu variabel yang meningkatkan risiko terjadinya stunting.

"Kekurangan gizi ini ketika diberikan makanan yang seimbang oleh seorang ibu tapi ayah tidak hadir di situ maka akan memberikan variabel tertentu atau variabel lain yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Saya melihat kalau ayah membersamai maka akan sangat mempengaruhi gizi anak," kata Fatmawati, Senin 29 Juni 2026.

Ia menambahkan, pencegahan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada ibu sebagai pihak yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan gizi anak. Seluruh anggota keluarga, terutama ayah, memiliki peran penting dalam menciptakan pola asuh yang sehat dan lingkungan keluarga yang mendukung pertumbuhan anak.

Fatmawati menilai keterlibatan ayah dalam pengasuhan tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan fisik anak, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan mental, emosional, dan sosial. Kehadiran figur ayah dinilai mampu memperkuat kualitas pengasuhan sehingga mendukung terbentuknya generasi yang sehat dan berkualitas.

Melalui penguatan peran keluarga, khususnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan, BKKBN berharap upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif. Sinergi antara pemenuhan gizi, pola asuh yang baik, serta lingkungan keluarga yang harmonis menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

"Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi juga menyangkut kualitas generasi yang akan datang. Karena itu, pencegahannya harus dilakukan secara bersama-sama melalui penguatan peran keluarga. Ibu dan ayah harus menjadi tim dalam mengasuh anak agar kebutuhan gizi, kasih sayang, dan stimulasi tumbuh kembang dapat terpenuhi secara optimal," pungkas Fatmawati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....