Wali Kota Munafri Siapkan 67 Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa Tak Lolos SPMB 2026
- 28 Jun 2026 19:54 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar menyiapkan program sekolah swasta gratis di 67 sekolah bagi siswa yang tidak lolos seleksi sekolah negeri pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026. Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri Resepsi Milad ke-109 Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Makassar di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah Makassar, Sabtu 27 Juni 2026.
Munafri mengajak seluruh sekolah swasta, termasuk sekolah-sekolah Muhammadiyah, untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar dalam memberikan layanan pendidikan bagi siswa yang belum tertampung di sekolah negeri. "Seluruh biaya pendidikan bagi siswa yang dialihkan ke sekolah swasta akan ditanggung oleh Pemerintah Kota Makassar melalui program sekolah swasta gratis yang telah kami siapkan," ujar Munafri.
Program tersebut disiapkan setelah tahapan pengumuman hasil seleksi jalur domisili SPMB 2026 yang diumumkan pada 27 Juni 2026. Selanjutnya, peserta yang dinyatakan lolos mengikuti proses daftar ulang, verifikasi, dan validasi pada 28–30 Juni 2026. Di hadapan sekitar 1.000 peserta dari 25 cabang Aisyiyah se-Kota Makassar, Munafri menegaskan program ini merupakan upaya pemerataan akses pendidikan sekaligus memperkuat eksistensi sekolah swasta.
"Kami ingin sekolah-sekolah swasta juga bertumbuh. Karena itu anak-anak yang tidak tertampung di sekolah negeri akan kami distribusikan ke sekolah swasta, termasuk sekolah Muhammadiyah," katanya.
Menurutnya, kebijakan tersebut bukan hanya menjadi solusi bagi siswa yang belum memperoleh sekolah negeri, tetapi juga bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pengembangan sekolah swasta sebagai mitra strategis dalam dunia pendidikan. "Kita ingin di Kota Makassar tidak ada lagi perbedaan kualitas pendidikan. Semua anak harus mendapatkan layanan pendidikan yang sama di mana pun mereka bersekolah," tegasnya.
Munafri juga meminta sekolah-sekolah swasta mempersiapkan sarana, prasarana, dan tenaga pendidik agar mampu menerima tambahan peserta didik melalui program tersebut. Selain pemerataan akses pendidikan, Wali Kota juga menekankan pentingnya pembangunan karakter dan akhlak generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
"Percuma kita memiliki anak-anak yang cerdas kalau tidak memiliki akhlak yang baik. Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah, kemudian diperkuat di sekolah," ujarnya.
Ia mengaku prihatin terhadap meningkatnya ketergantungan anak-anak pada gawai yang dinilai mengurangi interaksi sosial. Karena itu, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan mulai menerapkan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah.
"Kita ingin anak-anak kembali berbicara dengan baik. Gadget memang penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah akhlak," ucapnya.
Sebagai penguatan pendidikan karakter, Pemkot Makassar juga akan menambah porsi pelajaran agama dan pendidikan akhlak pada kurikulum pendidikan dasar. Selain itu, pemerintah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, termasuk memberikan insentif lebih besar bagi guru yang bertugas di wilayah kepulauan.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri turut mengajak Aisyiyah terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga pembentukan karakter generasi muda. "Aisyiyah memiliki jaringan organisasi yang sangat besar. Karena itu saya berharap kolaborasi ini jangan pernah berhenti," katanya.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Makassar akan terus membuka ruang kolaborasi dengan Aisyiyah dalam berbagai sektor demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Mari kita terus berdiskusi mengenai program apa lagi yang bisa kita kerjakan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar," tutup Munafri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....