Implementasi Program Intervensi Kesehatan di Desa Rompegading oleh FKM UNHAS
- 26 Jun 2026 14:10 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar – Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan III (PBL III) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) melaksanakan Seminar Awal PBL III di Aula Kantor Desa Rompegading, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng pada Jumat, 26 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan tahap awal pelaksanaan program intervensi kesehatan masyarakat yang akan berlangsung selama 15 hari sebagai tindak lanjut dari hasil identifikasi masalah kesehatan pada PBL I serta pemetaan aset yang telah dilakukan pada PBL II. Seminar ini menjadi wadah untuk memaparkan rencana program kerja sekaligus membangun komitmen dan kolaborasi bersama pemerintah desa serta masyarakat dalam pelaksanaan intervensi kesehatan.
Seminar Awal PBL III dihadiri oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Bapak Amsah, perwakilan Pemerintah Desa Rompegading, Bapak Ashar, yang mewakili Kepala Desa karena berhalangan hadir, staf Kantor Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), anggota BPD, kader kesehatan, para Ketua RT dan RW, serta masyarakat Desa Rompegading. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan III yang mengedepankan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat.
Mahasiswa yang tergabung dalam Posko PBL III Desa Rompegading terdiri atasFitria Ramadhani dari Departemen Kesehatan Lingkungan (Kesling), Andi Jelita dari Departemen Biostatistik dan Kependudukan (Biostat/KKB), Muh. Firman Hidayat dari Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK), Annisa Tul Janna dari Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Nabila dari Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK), serta Aliyyah Tsabitha dari Departemen Manajemen Rumah Sakit (MRS). Seluruh rangkaian kegiatan PBL III berada di bawah bimbingan bapak Dian Saputra Marzuki, S.KM., M.Kes. selaku Supervisor Lapangan.
Praktik Belajar Lapangan III merupakan tahapan pendampingan yang dilakukan mahasiswa bersama masyarakat untuk melaksanakan solusi terhadap masalah kesehatan yang telah disepakati sebelumnya dengan memanfaatkan potensi, sumber daya, dan kekuatan yang dimiliki desa. Pada tahap ini, masyarakat berperan sebagai pelaku utama, sedangkan mahasiswa bertindak sebagai fasilitator yang mendampingi proses pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi kegiatan agar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Dalam seminar tersebut, mahasiswa memaparkan sejumlah program intervensi yang akan dilaksanakan berdasarkan hasil analisis masalah kesehatan di Desa Rompegading. Program tersebut meliputi SaPa (Sadar dan Paham) Hipertensi dan PATUH (Program Taat Minum Obat) sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan penderita hipertensi, pemasangan papan wicara dan peer educator sampah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, pembentukan Pojok Rokok sebagai upaya mengurangi paparan asap rokok di dalam rumah dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat, serta Peer Educator TTD sebagai upaya meningkatkan pengetahuan remaja perempuan Desa Rompegading terkait pencegahan anemia dan manfaat TTD (Tablet Tambah Darah). Seluruh program dirancang dengan memanfaatkan potensi masyarakat dan sumber daya lokal sehingga dapat terus berjalan setelah kegiatan PBL III selesai.
Dalam sambutannya, Ketua BPD Desa Rompegading, Bapak Amsah, menyampaikan apresiasi terhadap program kerja yang telah disusun mahasiswa." Di PBL III ini saya salut dengan program kerja yang akan dikerjakan oleh anak-anak sekalian, karena contohnya seperti pemasangan papan wicara di beberapa titik bisa menjadi pengingat bagi warga. Walau program kerjanya hanya sedikit, tetapi jika memberikan pengaruh pada warga itu sudah sangat bagus sekali," kata Amsah. Ia juga memberikan semangat kepada seluruh mahasiswa agar dapat melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan PBL III dengan baik selama 13 hari ke depan.
Sementara itu, Bapak Ashar selaku perwakilan Pemerintah Desa Rompegading menyampaikan dukungannya terhadap seluruh program yang akan dilaksanakan. Ia berharap mahasiswa dapat menjalin kerja sama yang baik dengan masyarakat sehingga setiap program yang telah direncanakan dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat bagi Desa Rompegading.
Pelaksanaan PBL III ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya pencegahan penyakit tidak menular dan peningkatan kesehatan masyarakat, Tujuan 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui peningkatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta Tujuan 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.
Melalui Seminar Awal PBL III ini diharapkan seluruh program intervensi kesehatan dapat terlaksana dengan baik melalui partisipasi aktif masyarakat. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan sekaligus menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....