Akademisi dan Pemuda Takalar Kolaborasi Perbaiki Jalan Rusak

  • 22 Agt 2026 11:28 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Takalar - Infrastruktur jalan yang memadai diyakini dapat memperlancar perputaran ekonomi di desa hingga perkotaan,disatu sisi juga memberi dampak pada kesehatan masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh DPPM Dikti Tahun Anggaran 2026 menggelar aksi nyata di Desa Bonto Kanang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar. Dengan kolaborasi bersama para karang taruna memperbaiki jalan yang rusak.

Program bertajuk “Pemberdayaan Karang Taruna dalam Penanggulangan Kerusakan Jalan dan Dampak Kesehatan Masyarakat Desa Bonto Kanang”, melibatkan tim lintas disiplin dari bidang teknik dan kesehatan. Kegiatan ini diketuai Hamdan Kadir, didampingi oleh dua anggota dosen lainnya, yakni Ahmad Jihad, dan dr. Nanang Zulkarnaen, (bidang kesehatan), serta dua mahasiswa Muhammad Adnan Firdaus dan Muhammad Ikhlasul Ihsan ZA, yang bertindak sebagai fasilitator lapangan.

Ketua tim PKM Hamdan Kadir mengatakan pemuda Karang Taruna Bumi Insan Cita menjadi sasaran utama pemberdayaan. Mereka mendapat pelatihan memperbaiki kerusakan jalan secara mandiri dan aplikatif. “Kami mengedukasi para pemuda menggunakan stamper pemadat dan material aspal CPHMA,” ujarnya, Jumat 21 Agustus 2026 dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, CPHMA merupakan material aspal dingin yang mudah diaplikasikan untuk pemeliharaan jalan desa. Material tersebut dapat digunakan secara manual tanpa menunggu alat berat. “Material ini mudah diaplikasikan, cepat, tanpa perlu menunggu alat berat, dan hasilnya kuat,” katanya.

Selain perbaikan jalan, tim PKM juga memberikan edukasi mengenai dampak kesehatamn akibat kerusakan infrastruktur. Jalan berlubang dapat meningkatkan debu yang berisiko memicu gangguan pernapasan serta kecelakaan lalu lintas.

Menurut dr Nanang Zulkarnaen menjelaskan, kerusakan infrastruktur jalan tanpa disadari sebenarnya memberikan dampak pada kesehatan untuk itu peningkatan jalan yang baik tentunya sangat diperlukan. “Jalan yang rusak, berlubang dapat meningkatkan debu dan berisiko memicu gangguan pernapasan, disatu sisi kerusakan jalan juga bisa membahayakan karena dapat terjadi kecelakaan lalu lintas. “ujarnya

Sementara itu, Kepala Desa Bonto Kanang Muhammad Setiawan mengapresiasi program yang diinisiasi oleh tim PKM Dikti ini, karena memberikan keterampilan baru sekaligus meningkatkan kesadaran warga menjaga lingkungan. “Dengan ilmu yang diberikan, desa kami kini memiliki kapasitas melakukan perbaikan jalan secara mandiri,” ujarnya.

Ketua Karang Taruna Bumi Insan Cita Abdul Mujahid menyatakan pemuda siap merawat fasilitas umum desa. Program tersebut diharapkan mendorong kemandirian masyarakat dalam pemeliharaan jalan. “Harapannya, pemuda Karang Taruna terus proaktif merawat jalan demi kenyamanan dan kesehatan warga,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....