Sulsel Masuk 10 Provinsi Percepatan Tanam dari Kementan
- 24 Jun 2026 08:36 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Kementerian Pertanian RI menetapkan 10 provinsi sentra produksi nasional untuk mengamankan stok beras serta melakukan mitigasi risiko kekerangan, dengan melakukan program Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT), salah satunya di Provinsi Sulawesi Selatan. Sulsel merupakan daerah yang menjadi penopang lumbung pangan nasional.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulsel Bustanul Arifin menilai langkah ini salah satu upaya dalam memitigasi dampak kekeringan ekstrem di sektor pertanian sebagai salah satu daerah penopang pangan nasional, stabilitas hasil panen di wilayah tetap aman dan terjaga.
Ia menambahkan langkah-langkah yang dilakukan terkait dengan penunjukan tersebut melakukan koordinasi bersama dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk melakukan identifikasi wilayah, sehingga diharapkan mampu meminimalkan potensi penurunan angka produksi padi periode musim kemarau termasuk juga dengan Kementerian Pertanian untuk merumuskan kebijakan terkait percepatan pertanaman.
Untuk itu, Bustanul menyatakan oordinasi dengan stakeholder terkait menjadi penting untuk merumuskan kebijakan yang diambil terutama yang bersentuhan langsung kepada petani, dan fokus yang dilakukan adalah mengoptimalkan kawasan lumbung padi utama yang memiliki ketersediaan air stabil.
Menurutnya, sebagai salah satu provinsi penyangga pangan nasional tentu menjadi penting untuk mengantisipasi kekeringan yang diprediksi memiliki pengaruh terhadap produksi, “Saya kira Sulsel adalah salah satu provinsi penyangga pangan nasional, tentu menjadi penting untuk mengantisipasi seperti apa kekeringan yang diprediksi pengaruhnya terhadap produksi. Dan sedang dilakukan identifikasi percepatan tanam dan sejumlah permasalahannya,”kata Bustanul pada RRI, Selasa, 23 Juni 2026.
Bustanul menambahkan, beberapa permasalahan yang telah diinventarisir diantaranya masalah sumber-sumber air untuk mengairi persawahan dan saat ini tim teknis di lapangan menyusun perencanaan infrastruktur air yang lebih efektif dan efisien. Sejumlah daerah berpotensi untuk dilakukan percepatan tanam.
“Kalau daerah yang untuk percepatan tanam, kami sebut kelas satu misalnya Pinrang, Sidrap, itu kan kelas-kelas satu itu, kami berharap daerah yang masuk kategori kelas 1 dapat dilakukab percepatan tanam untuk menambal daerah-daerah yang terdampak kekeringan dimaksud, sehingga produksinya bisa tetap,”jelasnya
Saat ini untuk musim tanam pertama, Ia menyebutkan sudah ada daerah yang berhenti tapi masih ada juga yang sementara panen,”Agar bisa percepatan pertanaman tentunya diperlukan pendekatan-pendekatan teknologi,”ungkap Bustanul
Dengan melakukan modernisasi pertanian melalui pemanfaatan mesin dan teknologi digital menjadi kunci utama dalam memangkas waktu pengolahan lahan pascapanen. “Misalnya penggunaan alsintan diperbanyak, drone-drone untuk pupuk dan lain-lain, itu diupayakan terus supaya percepatan tanamnya itu hasil produksinya bisa mengantisipasi kekurangan produksi di tempat-tempat lain,” paparnya
Terkait dengan pupuk bersubsidi, Ia menyatakan itu berada kewenangan di Pupuk Indonesia yang membawahi wilayah Sulsel, tetapi secara kewenangan koordinasi terus dilakukan pihaknya dalam memastikan pupuk-pupuk itu bisa terdistribusi dengan baik sesuai dengan jadwal-jadwal tanamnya. (*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....