BBPOM Makassar dan Unhas Beri Manfaat Nyata Bagi UMKM lewat SAPA Kampus Berdampak

  • 13 Jun 2026 14:58 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Program SAPA Kampus Berdampak merupakan inovasi Badan POM yang mengintegrasikan kompetensi Fasilitator Keamanan Pangan dengan pembelajaran di perguruan tinggi yang dapat dikonversi ke dalam Satuan Kredit Semester (SKS). Program yang telah berjalan sejak 2021 ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas mahasiswa, tetapi juga menghadirkan pendampingan nyata bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) pangan olahan.

Melalui program ini, mahasiswa dipersiapkan menjadi Fasilitator Keamanan Pangan yang kompeten dan mampu mendampingi UMK dalam memenuhi standar keamanan pangan hingga memperoleh izin edar. Universitas Hasanuddin merupakan salah satu mitra strategis BPOM dalam pelaksanaan Program SAPA Kampus Berdampak. Pada Batch 8, program ini melibatkan 14 mahasiswa yang bertugas mendampingi 14 UMK pangan olahan dengan berbagai produk, seperti frozen food, sambal, sirup, bawang goreng, minyak kelapa, dan minuman botanikal.

Untuk memetakan kendala sekaligus mengetahui progres pendampingan yang dilakukan mahasiswa kepada UMK, pada 11 Juni 2026 telah dilaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Program SAPA Kampus Berdampak di Aula Baji Minasa BBPOM di Makassar. Dalam sambutannya, Kepala BBPOM di Makassar, Yosef, menyampaikan apresiasi atas kinerja mahasiswa Universitas Hasanuddin dalam mendampingi UMK.

“Pendampingan yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan tingkat kepatuhan UMK. Jika sebelumnya nilai pemenuhan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) masih berada pada kategori kurang, setelah mendapatkan pendampingan intensif dari mahasiswa meningkat menjadi baik, bahkan ada yang mencapai kategori sangat baik. Hal ini tentu akan meningkatkan mutu dan keamanan produk pangan olahan yang dihasilkan,” demikian dikutip dari rilis BBPOM, Sabtu, 13 Juni 2026.

Yosef juga mengungkapkan dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan, pendampingan yang dilakukan mahasiswa berhasil mendorong sebagian besar UMK memperoleh Sertifikat Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (IP CPPOB). Bahkan, beberapa UMK berhasil memperoleh Nomor Izin Edar (NIE) BPOM. “Sebagai pilar ekonomi sekaligus aset bangsa, UMK harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah. Perizinan di Badan POM saat ini telah dilakukan secara elektronik sebagai wujud komitmen percepatan layanan, transparansi, dan akuntabilitas. Namun, keterbatasan literasi digital UMK serta terbatasnya jumlah personel masih menjadi tantangan. Program SAPA Kampus Berdampak menjadi solusi yang tepat untuk menjawab tantangan tersebut,” tambahnya.

Menurut Yosef, pengalaman dan kompetensi yang diperoleh mahasiswa sebagai fasilitator pendamping UMK akan menjadi nilai tambah di masa depan, baik dalam dunia kerja maupun saat menjadi wirausahawan. “Jangan berhenti sampai di sini. Teruslah belajar. Adik-adik sudah memahami bagaimana proses perizinan di BPOM yang mudah, terjangkau, dan terukur. Jadilah wirausahawan di masa depan. Selain membuka peluang memperoleh kemandirian finansial, juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pembelajaran Mandiri Universitas Hasanuddin, Makkarennu menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelibatan mahasiswa Universitas Hasanuddin dalam Program SAPA Kampus Berdampak. “Program SAPA Kampus Berdampak sangat baik karena memberikan pengalaman pembelajaran nyata bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja,” kata Makkarennu.

Ia menambahkan bahwa respons positif dari Kepala Balai dan para mentor terhadap kinerja mahasiswa menjadi kebanggaan tersendiri bagi Universitas Hasanuddin. “Kami berharap Program SAPA Kampus Berdampak dapat terus berlanjut karena minat mahasiswa sangat tinggi, bahkan kami harus melakukan proses seleksi terlebih dahulu,” ungkapnya.

Makkarennu juga menegaskan Universitas Hasanuddin senantiasa terbuka terhadap masukan dari para mitra guna meningkatkan kualitas program kolaborasi yang dijalankan. “Kami akan terus melakukan perbaikan berkelanjutan untuk memastikan mahasiswa yang kami tugaskan mampu memenuhi ekspektasi para mitra, termasuk BBPOM di Makassar,” bebernya.

Menurutnya, Universitas Hasanuddin siap terus berkolaborasi dengan BPOM, khususnya dalam program-program yang sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk meningkatkan kapasitas, kualitas, dan daya saing mahasiswa. Program SAPA Kampus Berdampak menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha mampu menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. Mulai dari proses pembelajaran di kampus hingga pendampingan UMK, serta dari peningkatan pemenuhan standar keamanan pangan hingga terbitnya sertifikat IP CPPOB dan izin edar BPOM.

Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, Program SAPA Kampus Berdampak diharapkan tidak hanya melahirkan mahasiswa yang unggul dan adaptif, tetapi juga mendorong terciptanya UMK pangan olahan yang semakin aman, bermutu, dan mampu bersaing di pasar global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....