Sambut Tahun Baru Islam 1448 H dengan Muhasabah, Sedekah, dan Silaturahim
- 13 Jun 2026 10:57 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Ketua DPP IMMIM, Ishaq Samad, mengajak umat Islam menjadikan pergantian tahun hijriah sebagai momentum untuk melakukan transformasi diri menuju kehidupan yang lebih baik. Menurutnya, Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender, tetapi mengandung makna sejarah dan spiritual yang sangat mendalam bagi umat Islam.
Ishaq Samad menjelaskan Tahun Baru Islam mengingatkan umat pada peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Perjalanan tersebut menjadi titik balik lahirnya peradaban Islam yang dibangun di atas fondasi iman, ilmu pengetahuan, persaudaraan, dan pengorbanan demi menegakkan nilai-nilai kebaikan.
“Tahun Baru Islam 1448 Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender hijriah. Ini adalah momentum untuk mengenang proses hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, sebuah perjalanan yang menjadi titik balik lahirnya peradaban Islam yang berlandaskan iman, ilmu, dan persaudaraan,” ujar Ishaq Samad, Sabtu, 13 Juni 2026.
Menurutnya, makna hijrah pada masa kini adalah bagaimana setiap Muslim mampu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga perubahan perilaku, pola pikir, dan kualitas keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT. Karena itu, memasuki tahun 1448 Hijriah, umat Islam hendaknya melakukan muhasabah atau introspeksi diri untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
“Memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, hendaknya kita menjadi Muslim dan Muslimah yang terus memperbaiki diri. Memperbaiki hubungan dengan Allah, mempererat ukhuwah sesama, serta meningkatkan kontribusi kepada masyarakat agar menjadi manusia yang lebih bermanfaat, karena manusia terbaik adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada sesamanya,” katanya.
Lebih lanjut, Ishaq Samad mengungkapkan sejumlah amalan yang dapat dilakukan umat Islam pada awal tahun hijriah. Di antaranya adalah memperbanyak taubat dan istighfar sebagai upaya membersihkan diri dari dosa dan kesalahan yang telah lalu.
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan tilawah Al-Qur'an. Menurutnya, Al-Qur'an merupakan pedoman hidup yang memberikan petunjuk bagi manusia dalam menjalani kehidupan dunia maupun mempersiapkan bekal untuk akhirat.
Ia juga mengajak umat Islam untuk menghidupkan amalan sunnah di bulan Muharram, termasuk melaksanakan puasa Tasu'a pada 9 Muharram dan puasa Asyura pada 10 Muharram. Rasulullah SAW menjelaskan puasa Asyura memiliki keutamaan besar, yakni dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun yang telah berlalu.
“Selain memperbanyak ibadah, umat Islam juga perlu meningkatkan sedekah dan silaturahim. Tahun Baru Islam 1448 Hijriah harus menjadi momentum hijrah kolektif menuju umat yang lebih beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan berdaya saing. Semangat hijrah mengajarkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara istiqamah. Mari menyambut tahun baru ini dengan syukur, memperbaiki diri, memperkuat persatuan, dan meningkatkan amal saleh demi mewujudkan kehidupan yang penuh keberkahan,” tutup Ishaq Samad.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....