Pecandu Narkoba Gangguan Mental Butuh Terapi Komprehensif
- 12 Jun 2026 15:08 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Penanganan terhadap pecandu narkoba yang juga mengidap gangguan mental menuntut pendekatan medis dan psikologis yang komprehensif. Badan Narkotika Nasional (BNN) menegaskan bahwa kesembuhan para korban penyalahgunaan zat tidak dapat dicapai jika hanya mengandalkan satu lini terapi saja.
Psikolog Klinis Ahli Muda BNN Provinsi Sulawesi Selatan (BNNP Sulsel), Musma Muis pada Program SANKSI pada Rabu, 10 Juni 2026 mengatakan bahwa secara umum, regulasi penanganan telah menetapkan rehabilitasi medis dan sosial bagi penyalahguna narkotika. Meski demikian, dari perspektif ilmu perilaku, penanganannya memerlukan kolaborasi lintas ahli dan tidak bisa hanya mengandalkan satu disiplin ilmu.
“Ada dua atau bahkan lebih dalam satu orang itu mengalami kondisi gangguan. Satunya gangguan pengguna narkotikanya, satunya kesehatan mentalnya juga terganggu. Nah, berarti tidak bisa hanya, misalkan, ke psikolog saja terus ditangani perilakunya,” jelas Musma.
Dikatakan, salah satu metode psikoterapi yang kini gencar diterapkan oleh para konselor adiksi yang telah tersertifikasi di BNN adalah Cognitive Behavior Therapy (CBT). Terapi ini berfokus pada restrukturisasi cara berpikir pasien agar mereka mampu mengenali persepsi yang keliru dan mengubah perilaku destruktifnya.
“Jadi terapi yang melihat bahwa harus memfungsikan kognitif dan perilakunya. Jadi pendekatannya itu bentuknya seperti konseling. Terapis menggunakan teknik atau skill yang memang dibutuhkan untuk mengubah perilaku si klien dengan menumbuhkan kesadarannya atau melihat persepsi si klien kemudian mengubah cara berpikirnya agar perilakunya berubah,” jelas Musma.
Musma menjelaskan bahwa setiap pasien memiliki anatomi masalah yang unik sehingga penanganannya tidak bisa disamaratakan. Konselor adiksi di BNN dibekali lisensi khusus untuk memberikan teknik motivasi serta memfasilitasi penemuan kembali makna hidup bagi para klien.
Pemulihan dari ketergantungan narkoba merupakan proses komitmen seumur hidup (lifelong journey), mirip dengan usaha menjaga kesehatan fisik. Keberhasilan seorang mantan pecandu untuk kembali berfungsi normal di masyarakat sangat bergantung pada sinergi antara keteguhan personal dan sistem pendukung (support system) dari keluarga terdekat.
“Pulih itu adalah proses sepanjang hidup, sama seperti kita sehat. Ketika mereka mau pulih, maka mereka harus mempertahankan sepanjang hidupnya. Dan itu adalah harus dari usaha si masing-masing klien dan lingkungan keluarganya. Jadi target kita adalah membuat mereka bisa berfungsi di seluruh aspek kehidupannya,” tutup Musma.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....