Pemerintah Berperan Ciptakan Ruang Aman dalam Menjalankan Ibadah

  • 11 Jun 2026 07:02 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Pemerintah daerah memiliki peran krusial dalam menciptakan ruang yang aman bagi seluruh kelompok masyarakat untuk menjalankan keyakinan mereka tanpa rasa takut. Demikian disampaikan Syamsurijal dari Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN dalam perbincangan bersama RRI, Rabu, 10 Juni 2026.

"Pemerintah perlu untuk turut serta dalam hal ini, setidaknya membuat satu kebijakan yang bisa mengakomodasi semua keragaman tersebut ya, Memberikan ruang bagi seluruh kelompok, baik kelompok agama maupun kelompok etnis untuk menjalankan kepercayaan mereka, menjalankan keyakinan mereka" kata Syamsurijal kepada RRI.

Dikatakan, dikenal sebagai kota dengan kemajemukan etnis dan agama yang tinggi, kini didorong untuk memperkuat kerukunan melalui kebijakan yang lebih inklusif. Pakar terkait menekankan bahwa pemerintah daerah memiliki peran krusial dalam menciptakan ruang yang aman bagi seluruh kelompok masyarakat untuk menjalankan keyakinan mereka tanpa rasa takut.

Poin utama dalam membangun toleransi di daerah adalah bagaimana negara hadir untuk memastikan setiap kelompok mendapatkan ruang yang setara. Langkah awal ini dianggap sebagai fondasi penting sebelum menyusun strategi lanjutan yang lebih teknis dalam membangun kehidupan sosial yang rukun dan harmonis di tengah masyarakat Makassar yang heterogen.

Lebih lanjut, Syamsul menekankan pentingnya transisi dari toleransi pasif menuju toleransi yang aktif dan kolaboratif. Ia menginginkan agar masyarakat tidak hanya sekadar hidup berdampingan tanpa gangguan, tetapi juga mampu bekerja sama dan berinteraksi secara positif dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, melampaui sekat-sekat perbedaan agama maupun etnis yang ada.

Syamsurijal dari Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN menambahkan bahwa fokus utama kebijakan di tingkat lokal nantinya adalah menumbuhkan rasa saling percaya dan kerja sama antarumat beragama. Dengan merawat toleransi secara kultural dan konsisten

Lebih lanjut dikatakan Makassar diharapkan dapat menjadi model kota yang harmonis, di mana keberagaman dipandang sebagai aset kekuatan untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif dan sejahtera bagi semua pihak

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....